Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat untuk meneladani ulama dan guru.

Hal ini penting agar Indonesia menjadi bangsa yang memiliki karakter dan spiritual kokoh, serta masyarakatnya semakin berdaya, mandiri, dan sejahtera.

in1

>>> IDX BUMN20 Tampil Tangguh di Tengah Volatilitas Pasar Saham

“Semoga nilai-nilai yang diwariskan para ulama dan guru terus menjadi cahaya bagi perjalanan bangsa ini, memperkuat persatuan, dan melahirkan masyarakat yang semakin berdaya, mandiri, serta sejahtera,” kata Menko PM Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Guru ke-109 dan Hari Silsilah Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah Prof Saidi Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khali di Pendopo Surau Qutubul Amin, Depok, Jawa Barat.

Pembangunan Berfondasi Moral dan Spiritual

Menurut Muhaimin, bangsa yang maju bukan hanya kuat secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga memiliki kekuatan moral, spiritual, dan karakter yang kokoh.

“Inilah warisan besar yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah untuk melanjutkan ajaran dan keteladanan para guru.

>>> Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya

Hal itu sebagai kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang berdaya, bangsa yang kuat, dan Indonesia yang bermartabat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para guru, ulama, dan mursyid tarekat yang berperan besar dalam membangun kekuatan spiritual masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

Muhaimin menekankan bahwa pembangunan masyarakat tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan fisik semata.

Pemberdayaan yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi moral dan spiritual yang kuat agar mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, berintegritas, dan berdaya saing.

Menko Muhaimin menambahkan bahwa Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

>>> AKPSI: Kebijakan Ekspor Satu Pintu Perbaiki Tata Kelola Niaga Sawit

“Melalui pendidikan spiritual yang diwariskan para ulama dan mursyid, tarekat telah menjadi bagian dari upaya membangun manusia Indonesia yang memiliki kecintaan terhadap agama, bangsa, dan tanah air,” katanya.