PT Bank CIMB Niaga Tbk mempertahankan target bisnis tahun 2026 meskipun Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin menjadi 5,75 persen.

Hal ini disampaikan oleh Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh.

in1

>>> MG S5 EV Resmi Meluncur, Harga OTR Mulai Rp333,9 Juta

Manajemen perusahaan saat ini tengah melakukan langkah penyesuaian internal untuk merespons dinamika moneter tersebut. Namun, dampak dari kebijakan ini belum signifikan terhadap kinerja perseroan.

"Kita masih optimistis. Intinya kita masih optimistis dan ingin benar-benar hadir untuk nasabah, mendukung mereka bersama-sama," ujar Lusiana Saleh.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga dinilai tidak mengejutkan.

Langkah ini dipandang mampu menjaga stabilitas pasar keuangan, memperkuat nilai tukar rupiah, serta memberikan sentimen positif di pasar modal.

"Kalau suku bunga bisa diperbaiki, IHSG naik, market lebih bagus, dolar bisa turun, sehingga ekonomi masih bisa berputar," kata Lusiana.

>>> 3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus

Meski optimistis, manajemen tetap mewaspadai potensi risiko terhadap kualitas aset dan kenaikan rasio kredit bermasalah. Penyesuaian suku bunga kredit perlu diantisipasi dengan hati-hati.

"Yang harus di-watch out memang dari sisi suku bunga kredit. Kalau suku bunga naik, lending juga harus hati-hati dari sisi NPL," ujar Lusiana.

Di sisi lain, ketahanan aktivitas ekonomi domestik dinilai masih sangat kuat. Pertumbuhan transaksi dan aktivitas bisnis nasabah berjalan normal.

"Transaksi masih cukup bagus. Sebenarnya roda ekonomi masih jalan.

>>> 4 Sabun Wajah untuk Menyamarkan Flek Hitam dan Mencerahkan Kulit

Jadi kita tetap optimis," kata Lusiana Saleh.