Indeks saham BUMN di bawah Danantara, IDX BUMN20, menunjukkan kinerja yang cukup tangguh di tengah volatilitas pasar saham beberapa bulan terakhir.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IDX BUMN20 terkoreksi 17,28% year to date (ytd) ke level 315,195 hingga Jumat (19/6).

in1

>>> Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya

Penurunan ini lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 28,56% ytd ke level 6.177,139.

Prospek dan Sentimen Pasar

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai prospek IDX BUMN20 tetap prospektif meski pergerakannya masih rawan volatil.

Sentimen positif datang dari program buyback oleh sejumlah emiten pelat merah, menandakan valuasi saham berada pada level menarik secara fundamental.

Masa depan saham Danantara juga ditentukan oleh kemampuan emiten mempertahankan pertumbuhan keuangan, komitmen dividen, dan realisasi proyek strategis nasional.

Nafan menyebut emiten perbankan diperkirakan tetap menjadi penopang utama karena peran vital intermediasi keuangan dan profitabilitas yang kuat.

"Selain itu, sektor energi berbasis komoditas juga penting karena terintegrasi ke dalam rantai pasok dan ketahanan energi nasional," ungkapnya, Jumat (19/6/2026).

Investor perlu mewaspadai risiko perubahan kebijakan pemerintah, penugasan proyek yang menambah beban keuangan, serta sensitivitas terhadap capital outflow.

>>> AKPSI: Kebijakan Ekspor Satu Pintu Perbaiki Tata Kelola Niaga Sawit

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty menambahkan bahwa keberlanjutan kinerja indeks bergantung pada suku bunga acuan BI, ekonomi global, rupiah, dan realisasi belanja pemerintah.

Saham Danantara berpotensi anjlok jika sentimen global memburuk karena menjadi target utama investor asing.

"Peluang penguatan masih ada, tapi risiko volatilitas tetap perlu diantisipasi," imbuhnya, Kamis (18/6/2026).