Komdigi Dorong Danantara Biayai Energi Hijau untuk Pusat Data AI
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat mendukung pembangunan ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional melalui pendanaan energi hijau untuk pusat data.
Hal ini disampaikan Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Komdigi, Aju Widyasari, di Jakarta pada Rabu (18/6/2026).
>>> Jaksa Banding Putusan 10 Tahun Penjara Brigadir Rizka
Menurut Aju, penyediaan pasokan energi bersih yang berkelanjutan bagi fasilitas komputasi berkinerja tinggi merupakan langkah awal krusial untuk mewujudkan kedaulatan teknologi digital atau sovereign AI.
Pusat data modern yang mengintegrasikan unit pemrosesan grafis (GPU) membutuhkan pasokan listrik skala besar secara terus-menerus.
Peran Danantara dalam Pendanaan Energi Hijau
Aju menjelaskan bahwa Danantara memiliki kapasitas strategis untuk menjembatani masuknya modal dari investor domestik maupun internasional guna mendukung sektor energi terbarukan pada klaster teknologi.
"Di sini ada peran dari Danantara untuk memberikan bentuk funding atau bentuk kerja sama investasi yang memberdayakan semua kapasitas investasi dalam negeri maupun luar untuk mendukung penyediaan energi hijau," ujar Aju.
>>> Dokter Ortopedi Ungkap Penyebab Bunyi Kretek saat Peregangan Sendi
Sinergi antara peta jalan energi bersih pemerintah dan ekspansi industri digital diyakini dapat menciptakan dampak positif bagi pelaku usaha sektor teknologi makro.
"Kebutuhan untuk AI ini mungkin bisa mendukung kebutuhan energi hijau dan nanti arahnya bisa menjadi insentif tersendiri bagi penyedia infrastruktur berbasis AI," tambah Aju.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan konsep pembentukan dana abadi kecerdasan buatan atau Sovereign AI Fund untuk memosisikan Indonesia sebagai pusat inovasi regional Asia Tenggara.
>>> Pasar Global Menanti Sinyal Kebijakan Perdana Ketua The Fed Kevin Warsh
Pengelolaan dana abadi yang melibatkan pola pembiayaan campuran antara anggaran negara dan swasta ini direncanakan akan diserahkan kepada Danantara dengan target penghimpunan mulai berjalan pada periode 2027 hingga 2029.
Update Terbaru
Rusia dan Mesir Sepakat Perluas Kerja Sama Kontra-Terorisme
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
RUU HAM Hadirkan Perlindungan Khusus bagi Pembela Hak Asasi Manusia
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
Great World Circus 2 On Ice Hadir di Makassar Isi Liburan Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 20:35 WIB
Pemprov Banten Percepat Pembangunan PLTS di Pulau Tunda untuk Listrik 24 Jam
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
BSKDN Gelar Forum Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah untuk Kawal Program Presiden
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
BSI Berdayakan Mustahik Lewat Program Waste Management, Sampah Jadi Tabungan Emas
Jumat / 19-06-2026, 20:33 WIB
Dasco Telepon Bahlil dan Kepala BGN Saat Audiensi Mahasiswa di DPR
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB
Fabio Quartararo Buka Suara Usai Absen Tes Motor Baru Yamaha 850 cc
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB
PT Bumi Siak Pusako Tunjuk Robi Junipa sebagai Direktur Baru
Jumat / 19-06-2026, 20:32 WIB
70% Gen Z Andalkan Orang Tua Saat Cari Kerja, Ada yang Ditemani Wawancara
Jumat / 19-06-2026, 20:28 WIB
Gapembi Kritik Kurangnya Komunikasi dalam Surat Edaran Makan Bergizi Gratis
Jumat / 19-06-2026, 20:28 WIB
POCO M7 Pro 5G Ungguli Galaxy A17 5G untuk Pengguna yang Mengejar Performa Harian
Jumat / 19-06-2026, 20:25 WIB
Bulog Timika Alokasikan 919 Ton Bantuan Pangan untuk Kabupaten Puncak
Jumat / 19-06-2026, 20:25 WIB
Carlo Ancelotti Akui Brasil Gugup Saat Ditahan Imbang Maroko
Jumat / 19-06-2026, 20:25 WIB






