Danantara Indonesia menaikkan target nilai penerbitan obligasi global perdana dari 1 miliar dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS.

Keputusan ini diambil pada Kamis (18/6/2026) setelah melihat respons positif dari investor internasional.

in1

>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa permintaan datang terutama dari Amerika Serikat dan Eropa.

"Ya alhamdulillah itu berjalan dengan baik. Kita kan upsize dari US$1 miliar jadi US$1,5 miliar.

Memang banyak demandnya, banyak dari Amerika, banyak dari Eropa mungkin agak surprising buat kita," ujar Pandu.

Selain volume permintaan yang besar, tingkat suku bunga obligasi ini juga dinilai sangat kompetitif dibandingkan instrumen serupa dari lembaga dana investasi negara lain.

>>> Indeks Bisnis-27 Turun 2 Persen ke Level 429,28 pada 18 Juni 2026

"Memang suku bunganya sangat baik dibandingkan dengan sovereign wealth fund lain, kita juga cukup kompetitif," kata Pandu.

Seluruh dana yang dihimpun akan dialokasikan penuh untuk memperkuat modal kerja di bawah unit Danantara Investment Management.

Manajemen menargetkan dana tersebut digunakan untuk mendanai sejumlah proyek dan sektor prioritas yang telah ditetapkan.

>>> BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 Door to Door pada 15 Juni

"Jadi bagus sih menurut saya hasil dari obligasi tersebut. Kita akan gunakan untuk nanti investasi di Danantara Investment Management, itu akan fokus utamanya," ujar Pandu.