Badan Pusat Statistik (BPS) memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara langsung ke rumah warga. Kegiatan ini berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menghadiri pencanangan strategis tersebut di Provinsi Kepulauan Riau.

in1

>>> Bank Indonesia Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen pada Mei 2026

Acara berlangsung di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjung Pinang, pada Selasa (17/6/2026).

SE2026 bertujuan mencatat transformasi digital, dampak pandemi, dan pergeseran struktur ekonomi nasional. Data ini menjadi fondasi penyusunan kebijakan pembangunan di berbagai tingkat pemerintahan.

Dukungan Pemerintah Daerah

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memberikan dukungan penuh terhadap sensus ini. Ia menilai hasilnya penting untuk pengembangan ekonomi maritim di wilayah yang 98% berupa laut.

>>> Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza

Sebelumnya, BPS juga melaksanakan pencanangan serupa di Provinsi Sulawesi Selatan pada 10 Juni 2026.

Provinsi ini mendominasi perekonomian Pulau Sulawesi dengan kontribusi 43,54% dan pertumbuhan ekonomi peringkat keenam nasional.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik pelaksanaan sensus. Ia meminta jajarannya mengoptimalkan data hasil sensus untuk pemetaan perekonomian masyarakat.

>>> Oppo Buka Preorder Reno16 Series di Indonesia dengan Bonus Rp5,1 Juta

Amalia mengimbau masyarakat menyukseskan program ini melalui skema TIR: Terima petugas, Isi dengan benar, dan Rahasia terjaga. Ia menekankan dua syarat sukses sensus adalah cakupan dan kualitas data.