Studi Gottman: 73% Pasangan Jarang Diskusikan Kebutuhan Seksual
Keterbukaan komunikasi menjadi pilar utama dalam hubungan yang sehat. Namun, banyak pasangan masih enggan membahas keintiman dan kebutuhan emosional.
Data dari The Gottman Institute mencatat bahwa 73 persen pasangan jarang mendiskusikan kebutuhan seksual serta batasan pribadi secara mendalam.
>>> 100 Ribu Pendaftar Lamar Pekerjaan Lewat Program Padat Karya DKI Jakarta
Faktor ketidakberanian ini memicu kejenuhan emosional dan kesalahpahaman.
Psikolog dan pendidik seks Febrizky Yahya menjelaskan, banyak pasangan sebenarnya ingin membahas topik tersebut. Namun, rasa canggung dan takut akan reaksi negatif menjadi penghalang.
"Sering kali tantangan terbesar bukan perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian mengungkapkan perasaan dan kebutuhan. Alih-alih bertanya, banyak pasangan memilih berasumsi," ujar Febrizky.
Komunikasi transparan disebut mampu menumbuhkan rasa aman. Kedekatan batin dan fisik akan terjalin lebih kuat saat pasangan saling menghargai kenyamanan.
>>> Pelatih Jepang Ungkap Kunci Kemenangan 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026
Inisiatif Okamoto untuk Edukasi Pasangan
Untuk mengikis kecanggungan, Okamoto menginisiasi acara Spill the (Safe) Tea bersama komunitas DearMoms dan IVG. Acara ini mengumpulkan 15 pasangan dewasa dalam suasana santai.
Peserta diajak mengikuti sesi refleksi, permainan interaktif, dan dialog dengan edukator seks. Pembahasan mencakup preferensi keintiman, batasan kenyamanan, dan mitos kesehatan seksual.
Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd., Holly Kwan, menyatakan kegiatan ini sebagai langkah edukasi publik. Pasangan didorong lebih berani berkomunikasi secara transparan.
>>> BPS Sasar Influencer dan Pelaku Usaha Digital dalam Sensus Ekonomi 2026
Menurut Holly, ikatan emosional berkualitas dibangun lewat saling memahami, bukan asumsi. Keberanian memetakan batasan dan kebutuhan emosional menjadi kunci kepercayaan jangka panjang.
Update Terbaru
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
5 Makanan Alami untuk Turunkan Asam Urat, Mudah Didapat
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
AS dan Iran Sepakati Memorandum Perdamaian, Pembicaraan di Swiss Tertunda
Minggu / 21-06-2026, 17:36 WIB
Pemkot Surabaya Dorong Industri Kreatif Lewat Surabaya Fashion Festival 2026
Minggu / 21-06-2026, 17:32 WIB
Pramono: Pilah Sampah Kurangi Volume Sampah ke Bantar Gebang
Minggu / 21-06-2026, 17:32 WIB
Gerak Jalan Sarungan di Tangerang Perkuat Akhlak dan Ekonomi Warga
Minggu / 21-06-2026, 17:31 WIB
Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia
Minggu / 21-06-2026, 17:31 WIB
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
Minggu / 21-06-2026, 17:26 WIB
Dukuh Atas Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Terpadu di Jakarta
Minggu / 21-06-2026, 17:26 WIB
IHSG Diprediksi Mixed Cenderung Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham
Minggu / 21-06-2026, 17:24 WIB
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Kurangi Penerimaan Negara
Minggu / 21-06-2026, 17:21 WIB
Bupati Natuna: Sekolah Satu Atap solusi pemerataan pendidikan di daerah terpencil
Minggu / 21-06-2026, 17:21 WIB
YLKI Dukung Pembangunan PLTS 100 GW untuk Diversifikasi Energi
Minggu / 21-06-2026, 17:20 WIB






