Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menyasar seluruh pelaku ekonomi, termasuk mereka yang bergerak di sektor digital.

Inspektur Utama BPS Dadang Hardiawan mengatakan, cakupan ekonomi digital menjadi hal baru dalam sensus kali ini. "Mungkin 10 tahun lalu belum ada," ujarnya di Palu, Minggu.

in1

>>> Ruben Dias Bela Cristiano Ronaldo dari Gelombang Kritik

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Pencanangan SE2026 di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, yang bertepatan dengan hari bebas kendaraan.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turut membacakan deklarasi dukungan. Ia berkomitmen menjaga integritas, memperkuat sinergi, dan mendukung penyediaan basis data ekonomi yang berkualitas.

Dadang menjelaskan, SE2026 merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan memotret struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia hingga tingkat daerah.

>>> Mengenal Bacaan Doa I'tidal Lengkap Beserta Artinya Saat Salat

Pendataan lapangan SE2026 berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. BPS menerjunkan 3.210 petugas untuk mendata sekitar 1,5 juta pelaku usaha di Sulawesi Tengah.

Dadang berharap masyarakat menerima petugas sensus dengan baik.

>>> Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto

Ia mengajak partisipasi aktif melalui gerakan TIR: terima petugas, isi data dengan benar dan lengkap, serta jaga kerahasiaan data sesuai peraturan.