Setiap gerakan dan bacaan dalam salat memiliki makna serta hukum tersendiri yang wajib dipahami umat muslim. Salah satu gerakan penting yang tidak boleh terlewatkan adalah i'tidal.

I'tidal merupakan bagian dari rangkaian salat berupa gerakan bangun dari ruku' dengan berdiri tegak sempurna. Gerakan ini dilakukan setelah ruku' sebelum sujud.

in1

>>> Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto

Ketika melakukan i'tidal, seseorang boleh mengangkat kedua tangan maupun tidak. Hal ini karena sebagian sahabat Nabi adakalanya tidak mengangkat tangan mereka.

Riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu menunjukkan bahwa beliau kadang tidak mengangkat tangan saat i'tidal.

Imam Mujahid bercerita pernah salat bermakmum kepada Ibnu Umar dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya kecuali saat takbiratul ihram.

Terdapat dua jenis bacaan ketika i'tidal, yaitu bacaan tasmi' dan tahmid. Tasmi' adalah bacaan Sami'allahu liman hamidah, sedangkan tahmid adalah bacaan Rabbanaa wa lakal hamdu.

Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum bacaan tasmi' dan tahmid. Jumhur ulama menyatakan hukumnya sunnah, sementara madzhab Hambali, Dzahiriyah, dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat wajib.

Pendapat yang dinilai benar menyatakan bahwa tasmi' hukumnya wajib.

Hal ini karena membaca Sami'allahu liman hamidah ketika i'tidal merupakan kebiasaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan umat Islam diperintahkan mengikuti cara salat beliau.

Bacaan Doa I'tidal Lengkap

Berikut adalah bacaan awal doa i'tidal: Sami Allahu liman hamidah (سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ).

>>> Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Artinya: "Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya."

Setelah tasmi', dilanjutkan dengan doa tahmid: rabbana wa laka al-hamdu (رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ).