Perum BULOG berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan melalui partisipasi dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026.

Acara ini digelar di Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (20/6).

in1

>>> PB Pertacami Siapkan Atlet MMA Indonesia untuk Empat Kejuaraan Internasional

Langkah nyata ketahanan pangan nasional dilakukan melalui penyerapan hasil panen gabah kering oleh BULOG.

Hingga 20 Juni 2026, realisasi penyerapan mencapai 3,17 juta ton setara beras, atau 80 persen dari target tahunan 4 juta ton.

Pembukaan oleh Wakil Presiden

Acara PENAS XVII dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi program prioritas pemerintah saat ini.

"Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden.

Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain," ujar Gibran.

>>> Ketegangan Israel-Lebanon Tekan Harga Bitcoin hingga Sempat Turun 5 Persen

Sinergi Hulu-Hilir BULOG

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, hadir langsung di lokasi. Ia menyatakan bahwa kehadiran BULOG bertujuan memperkuat sinergi dari hulu hingga hilir bersama petani dan pemerintah daerah.

"PENAS menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Perum BULOG tidak hanya hadir di hilir melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan, tetapi juga terus memperkuat peran di hulu dengan menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan begitu, petani mendapatkan kepastian harga, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Realisasi penyerapan gabah kering panen oleh BULOG saat ini mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

>>> Mendiktisaintek Ajak Kampus Hadirkan Solusi Pembangunan Lewat Iptek

Untuk kelancaran proses penyerapan secara transparan, BULOG melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri.