Tanjung Verde berhasil mencuri perhatian setelah menahan imbang Spanyol pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026, Senin (15/6).

Hasil itu membuat banyak pihak mulai melirik kemampuan tim asal Afrika tersebut.

in1

>>> Real Madrid Bantah Rumor Ketertarikan pada Michael Olise

Kini, Uruguay menjadi lawan berikutnya yang harus menghadapi Tanjung Verde.

Skenario selain kemenangan akan sangat memberatkan Uruguay, karena pertandingan terakhirnya di fase grup harus menghadapi tim terkuat grup ini, Spanyol.

Perhatian publik terlalu terfokus pada Spanyol ketika tim Matador dipaksa berbagi poin dengan Tanjung Verde. Sorotan lebih tertuju pada kegagalan Spanyol, ketimbang keberhasilan yang dibuat Tanjung Verde.

Dari situ muncul klaim bahwa skuad Spanyol kali ini adalah yang terburuk yang pernah merepresentasikan Spanyol dalam Piala Dunia.

Padahal Spanyol tidak bermain buruk. Justru penampilan impresif Tanjung Verde yang membuat La Roja terlihat tidak berada dalam performa terbaiknya.

Performa Konsisten Tanjung Verde

Apa yang diperlihatkan Tanjung Verde bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Hasil imbang melawan Spanyol merupakan kelanjutan dari rangkaian penampilan positif yang mereka tunjukkan dalam beberapa waktu terakhir.

Sejak dikalahkan Mauritania 0-1 dalam kualifikasi Piala Afrika pada 19 November 2024, Tanjung Verde nyaris tak terkalahkan dalam 13 laga setelah itu.

Selama periode itu, mereka hanya kalah melalui adu penalti dari Iran dan Mesir dalam dua laga persahabatan.

>>> Real Madrid Bantah Rumor Michael Olise, Tegaskan Tak Ada Kontak

Bahkan, sekitar dua pekan sebelum kickoff Piala Dunia 2026, mereka mampu menumbangkan Serbia dengan skor meyakinkan 3-0.

Dari belasan laga itu, sudah hampir selusin tim kesulitan menjebol gawang Tanjung Verde.

Kunci kesuksesan Tanjung Verde terletak pada proses rekrutmen pemain yang agresif, terencana, dan tepat sasaran selama bertahun-tahun.

Negara ini gencar mencari bakat global dari diaspora mereka, selain berinvestasi serius dalam infrastruktur sepak bola.

Mereka juga mengembangkan identitas tim yang menekankan organisasi serta kohesi.

Transformasi ini mengimitasi keberhasilan mereka mengubah diri menjadi salah satu negara demokratis paling makmur di Afrika, dari sebelumnya berstatus negara low income.

Dengan modal tersebut, Tanjung Verde siap menjadi batu sandungan bagi Uruguay.

>>> Toyota Veloz Hybrid Ternyata Bisa Menggunakan BBM RON 90

Pertandingan Uruguay vs Tanjung Verde akan menjadi ujian apakah kejutan lain akan tercipta atau justru kejutan yang tertaklukkan.