Pelatih Swedia, Graham Potter, langsung melakukan evaluasi setelah timnya dihancurkan Belanda dengan skor 1-5 pada laga Grup F Piala Dunia 2026.

Kekalahan telak ini memutus tren positif Swedia di awal turnamen dan membuat mereka turun ke posisi kedua klasemen sementara grup.

in1

>>> IHSG Melonjak 2,83% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.788 Triliun

Potter menyoroti dua kelemahan utama yang dieksploitasi Belanda: antisipasi bola panjang dan sektor sayap yang rapuh.

"Saya tidak menyangka pertandingan akan berjalan seperti ini, namun kami harus belajar dari hal ini," kata Potter.

Ia menambahkan bahwa gol pertama Belanda berasal dari umpan panjang yang tidak ditangani dengan baik oleh pertahanan Swedia.

Sepanjang laga, koordinasi antar lini Swedia buruk, terutama saat menghadapi transisi cepat lawan. Sisi lapangan menjadi area paling rentan yang terus dieksploitasi penyerang Belanda.

>>> Graham Potter Evaluasi Total Timnas Swedia Usai Kalah Telak dari Belanda

Brian Brobbey, Cody Gakpo, dan Crysencio Summerville masing-masing mencetak gol untuk Belanda. Swedia hanya mampu membalas satu kali.

Kekalahan ini membuat Swedia mengemas 3 poin dan kehilangan puncak klasemen Grup F. Kini mereka harus mengalahkan Jepang di laga pamungkas untuk mengunci tiket ke babak 32 besar.

Pertandingan krusial tersebut akan digelar di Stadion AT&T, Arlington, Texas, pada Jumat mendatang. Kemenangan menjadi harga mati bagi Swedia.

>>> Microsoft Hentikan Dukungan Office 2021 Mulai Oktober 2026

Potter kini berpacu dengan waktu untuk memperbaiki organisasi pertahanan dan memulihkan mentalitas tim. Publik menantikan respons taktisnya untuk menambal lubang di lini belakang.