Pasar modal Indonesia menunjukkan performa positif pada pertengahan Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 2,82 persen dalam sepekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.177 pada Jumat (19/6/2026). Angka itu naik dari posisi pekan sebelumnya yang sebesar 6.007.

in1

>>> Marco Bezzecchi Kena Skorsing, Susunan Grid MotoGP Ceko 2026 Berubah

Kenaikan IHSG turut mendorong kapitalisasi pasar saham domestik. Nilainya bertambah 2,51 persen menjadi Rp10.788 triliun, dari sebelumnya Rp10.524 triliun.

Aktivitas Perdagangan Menurun

Meski indikator utama menguat, aktivitas perdagangan di lantai bursa justru menurun. Rata-rata nilai transaksi harian susut 10,33 persen menjadi Rp24,81 triliun.

Volume transaksi harian juga turun 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi harian berkurang 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali.

>>> Deniz Undav Samai Rekor Roger Milla di Piala Dunia 2026

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan dinamika pekan ini masih menunjukkan kondisi pasar yang kuat.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada IHSG yang naik 2,82 persen, diikuti kapitalisasi pasar 2,51 persen," ujarnya di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Di sisi lain, investor asing mencatatkan jual bersih Rp3,19 triliun pada Jumat (19/6). Secara akumulatif sejak awal 2026, nilai jual bersih asing mencapai Rp68,25 triliun.

>>> Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026

Meskipun ada tekanan dari aksi jual asing, penguatan IHSG dan kapitalisasi pasar menunjukkan ketahanan bursa domestik. Performa ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi investasi.