Bank Sentral Korea Selatan Peringatkan Bonus Besar Karyawan Teknologi Picu Inflasi
Bank of Korea (BOK) memperingatkan bahwa pembayaran bonus kinerja dalam jumlah besar di sektor teknologi Korea Selatan dapat mendorong tekanan inflasi.
Dalam laporan resmi, bank sentral menjelaskan bahwa inflasi tahun ini awalnya didorong oleh lonjakan harga energi akibat konflik Iran.
>>> Kementerian ESDM Kaji Kenaikan Harga DMO Batubara Sektor Kelistrikan
Namun, perbaikan pendapatan dan pertumbuhan upah yang meluas berpotensi terus meningkatkan tekanan inflasi meskipun konflik mereda.
BOK menilai bonus fantastis di beberapa perusahaan raksasa teknologi informasi (TI) dapat menyebar menjadi kenaikan upah di sektor lain.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu efek domino yang menaikkan inflasi lebih tinggi.
Saat ini, Korea Selatan sudah menghadapi inflasi yang melebihi target utamanya.
Bank sentral memproyeksikan angka inflasi setahun penuh akan menyentuh 2,7%, berada di atas target awal sebesar 2%.
Bonus Besar di Sektor Semikonduktor
Kekhawatiran ini mencuat setelah laporan pembayaran bonus luar biasa kepada pekerja industri cip, terutama di SK Hynix dan Samsung Electronics.
Meski manajemen tidak merinci nominalnya, kedua perusahaan diketahui mengalokasikan sebagian laba operasi untuk insentif pekerja.
SK Hynix menyetujui kesepakatan upah yang menyisihkan 10% dari laba operasional sebagai bonus karyawan.
Sementara itu, pekerja Samsung menyepakati alokasi 10,5% dari laba operasional divisi semikonduktor mereka untuk bonus khusus karyawan cip.
Berdasarkan informasi sumber serikat pekerja yang dikutip Reuters, seorang pegawai cip memori berstatus gaji pokok 80 juta won diperkirakan mengantongi total bonus mencapai 626 juta won atau sekitar Rp 7,2 miliar tahun ini.
>>> Banjir dan Lahan Basah: Senjata Alam Ukraina Hadapi Invasi Rusia
Pendapatan pekerja SK Hynix bahkan diprediksi bisa menembus lebih dari 700 juta won, dengan syarat raksasa teknologi tersebut berhasil mencapai target laba tahunan sebesar 250 triliun won.
Update Terbaru
Pernikahan Adat Modern ala Selebriti Jadi Inspirasi Anak Muda Surabaya
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
BACH IPO, Target Dana Rp307 Miliar dari Pasar Modal
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
DPR Setujui Anggaran Kemenko Pangan Rp509,3 Miliar untuk 2027
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
Libur Sekolah Tiba, Diskon 30 Persen untuk KA Kelas Ekonomi
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
4 Dosen Unusa Jadi Narasumber Konferensi Health Tourism Internasional 2026
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
Shanty Emosional Ingat Ibunda saat Perankan Ibu di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
PHK Mengintai? Kemnaker Buka Suara, Ini Langkah Darurat Pemerintah!
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Pedagang Kuliner di Jakarta Fair 2026
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Paramount Petals Padukan Infrastruktur dan Aktivasi Komunitas di Kawasan Mandiri
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Surabaya Susun Peta Jalan Infrastruktur Biru-Hijau untuk Atasi Banjir dan Panas
Senin / 22-06-2026, 21:33 WIB
Sere Pasaribu Rangkum Perjalanan Hidup Lewat Resital To Love, To Lose, To Learn
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 71 Kota Tuntas pada 2028
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
LGI Perkuat Layanan Digital dengan Fitur Kesehatan Berbasis AI
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB






