PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi meluncurkan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan menawarkan 615 juta lembar saham baru kepada publik.

Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan perolehan dana hingga Rp307,5 miliar.

in1

>>> DPR Setujui Anggaran Kemenko Pangan Rp509,3 Miliar untuk 2027

Dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang dan penguatan modal kerja.

Berdasarkan prospektus awal yang diterbitkan pada 22 Juni 2026, jumlah saham yang ditawarkan setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran Rp400 hingga Rp500 per saham.

Dengan harga tersebut, nilai penawaran umum berkisar antara Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar.

Jadwal dan Penggunaan Dana IPO

Masa penawaran awal berlangsung pada 22-24 Juni 2026, pernyataan efektif pada 29 Juni 2026, dan penawaran umum pada 1-3 Juli 2026.

Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

Manajemen menyebutkan, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk dua kebutuhan utama.

Sekitar Rp91,02 miliar digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk atas fasilitas pinjaman jangka panjang Omnibus Revolving Loan yang ditarik pada Januari hingga Maret 2026.

>>> Libur Sekolah Tiba, Diskon 30 Persen untuk KA Kelas Ekonomi

Sisanya sekitar Rp213,48 miliar akan dipakai sebagai modal kerja untuk pembelian genset yang akan dijual maupun disewakan.

BACH bergerak di dua lini usaha utama: penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Perseroan didirikan pada 2006 dan memiliki entitas anak di bidang jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi.

Dalam prospektus, perseroan menyebut pasar genset domestik masih memiliki ruang pertumbuhan besar seiring meningkatnya kebutuhan pasokan listrik untuk kawasan industri, proyek infrastruktur, pusat data, dan sektor telekomunikasi.

Pertumbuhan konsumsi data dan pengembangan jaringan telekomunikasi juga menopang kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Saat ini, pemegang saham terbesar BACH adalah PT Bach Multi Sukses Investama dengan kepemilikan 61,55%, disusul PT Global Telekomunikasi Prima sebesar 30%.

Setelah IPO, kepemilikan kedua pemegang saham tersebut akan terdilusi menjadi masing-masing 52,28% dan 25,48%.

Perseroan menunjuk PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dengan skema penjaminan penuh (full commitment).

>>> 4 Dosen Unusa Jadi Narasumber Konferensi Health Tourism Internasional 2026

Seluruh saham hasil penawaran umum perdana akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.