Geoprima Solusi Ubah Bisnis dan Akuisisi Aset Rp78,5 Miliar

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) resmi mengubah kegiatan usaha utama dan melakukan akuisisi aset strategis setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Senin (22/6).
Perusahaan beralih dari perdagangan besar mesin alat ukur dan survei pemetaan ke industri komponen mekanikal serta aktivitas real estat non-hunian.
>>> Persija Jakarta Resmi Gandeng Adidas sebagai Sponsor Apparel Jangka Panjang
Perubahan ini mengadopsi KBLI 46591 untuk perdagangan besar mesin kantor dan suku cadang, serta KBLI 68129 untuk real estate non-hunian.
Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro, menyatakan penyesuaian ini merupakan konsolidasi setelah PT PIMSF Pulogadung (PIMSF) menjadi pemegang saham pengendali baru menggantikan Karnadi Margaka.
"Ini untuk memperkuat struktur perusahaan dengan bersinergi dengan Tjokro Group serta memperkuat permodalan menghadapi persaingan industri yang semakin ketat," ujarnya.
Manajemen menargetkan sinergi baru mampu mengamankan rantai pasok industri solusi komponen mekanikal dari hulu ke hilir.
"Sinergi ini akan menciptakan penguasaan logistik dan rantai pasok terpadu untuk efisiensi dan nilai tambah bagi pelanggan," jelasnya.
Selain perubahan bisnis, pemegang saham menyetujui pembelian aset tetap milik PT Jakarta Indah Casting (JIC) senilai Rp78,5 miliar.
>>> Krispy Kreme Tarik Donat World Cup karena Mengandung Alergen Tersembunyi
Aset tersebut berupa tanah 15.400 meter persegi, bangunan pabrik, dan mesin di East Jakarta Industrial Park, Bekasi.
Akuisisi ini diproyeksikan meningkatkan laba bersih hingga 400 persen pada tahun pertama, dengan potensi tambahan pendapatan setelah pajak Rp7,9 miliar hingga Rp33 miliar per tahun.
Pada tahap awal, pabrik akan disewakan kembali ke JIC senilai Rp9,3 miliar untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Pendanaan akuisisi akan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan 66,67 juta saham baru, setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor.
Aksi ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan sekitar 9,09 persen bagi pemegang saham lama.
RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pemegang saham pasca-Mandatory Tender Offer (MTO) oleh PT PIMSF Pulogadung.
>>> 5 Rekomendasi Lipstik Matte Tahan Lama untuk Tampil On Fleek Seharian
Per 29 Mei 2026, PIMSF menguasai sekitar 246,36 juta saham, sementara masyarakat memegang 420,37 juta saham.
Update Terbaru
Toy Story 5 Lampaui Prediksi, Debut Terbesar 2026 di Amerika Utara
Senin / 22-06-2026, 21:57 WIB
Jadwal Siaran Langsung Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 21:56 WIB
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II 2026
Senin / 22-06-2026, 21:56 WIB
Munas-Konbes NU Diwarnai Ketegangan saat Sidang Pleno Penentuan Lokasi Muktamar
Senin / 22-06-2026, 21:56 WIB
Anggota DPRD Anak Eks Bupati Sleman Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah
Senin / 22-06-2026, 21:56 WIB
Pemerintah Siapkan 8 Kebijakan Stimulus Ekonomi Semester II 2026
Senin / 22-06-2026, 21:56 WIB
AS Klaim Iran Izinkan IAEA Inspeksi Situs Nuklir
Senin / 22-06-2026, 21:56 WIB
Prediksi Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Sengit Perebutan Poin Perdana
Senin / 22-06-2026, 21:52 WIB
Ledakan di Fasilitas LNG Qatar Tewaskan 13 Orang
Senin / 22-06-2026, 21:52 WIB
Tito Optimis Optimalisasi Program Perumahan Rakyat Pacu Ekonomi Daerah
Senin / 22-06-2026, 21:52 WIB
Britney Spears Ungkap Alasan Lebih Memberontak di Media Sosial
Senin / 22-06-2026, 21:49 WIB
Bebek di Reflecting Pool Tewas Akibat Serangan Alga
Senin / 22-06-2026, 21:49 WIB
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi dengan Kedatangan MT Gamkonora
Senin / 22-06-2026, 21:47 WIB
ESDM Tegaskan Harga DMO Batu Bara Tetap US$70 per Ton Tahun Ini
Senin / 22-06-2026, 21:47 WIB






