Perusahaan listrik asal Inggris, Drax, mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi Bluefield Solar Income Fund dalam kesepakatan senilai sekitar $755 juta atau setara Rp12 triliun.

Akuisisi ini mengindikasikan pergeseran besar dalam bisnis energi, di mana panel surya, ladang angin, baterai, pusat data AI, dan pembangkit fleksibel menjadi bagian dari teka-teki jaringan listrik yang sama.

in1

>>> Mbappe Lebih Incar Trofi Piala Dunia daripada Rekor Gol Messi

Portofolio Besar yang Diakuisisi

Melalui kesepakatan ini, Drax akan mendapatkan akses langsung ke sekitar 900 megawatt aset surya dan angin yang beroperasi dan dalam konstruksi, ditambah dengan pipeline pengembangan kotor sebesar 2,9 gigawatt.

Bluefield Solar Income Fund memiliki 121 pembangkit surya fotovoltaik, 6 ladang angin, dan 109 turbin angin darat skala kecil di Inggris, dengan total kapasitas terpasang 748,7 megawatt per 31 Desember 2025.

Pada tahun fiskal yang berakhir 30 Juni 2025, Bluefield menghasilkan EBITDA sekitar $175 juta dan arus kas bebas operasional sekitar $159 juta.

Pendanaan dan Penghentian Buyback

Kesepakatan ini bersifat tunai penuh.

Pemegang saham Bluefield akan menerima sekitar $1,25 per saham ditambah dividen sekitar 3 sen per saham, dengan total nilai sekitar $1,28 per saham.

Drax berencana mendanai akuisisi ini melalui fasilitas pembiayaan jembatan senilai sekitar $1,48 miliar. Akibatnya, program buyback saham yang telah berjalan senilai $101 juta dihentikan sementara.

Meski demikian, Drax tetap berkomitmen mengembalikan lebih dari $1,35 miliar kepada pemegang saham antara 2025 dan 2031 melalui dividen dan buyback.

Akuisisi ini memperkuat portofolio energi terbarukan Drax dengan 900 megawatt aset angin dan surya yang beroperasi dan dalam konstruksi.