SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usaha PT Solusi Bangun Andalas mengolah sekitar 60 ton sampah kelapa per bulan dari kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi cocopeat untuk campuran pakan ternak.
Program bernama Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) ini berhasil menekan biaya pakan peternak unggas hingga 60% sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran limbah kelapa.
>>> Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Pedagang Kuliner di Jakarta Fair 2026
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari implementasi pilar keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada perlindungan lingkungan dan penciptaan nilai bagi masyarakat.
“Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas selaku unit usaha SIG menjadi bukti nyata kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh,” ujar Vita Mahreyni.
Sebelum program berjalan, limbah kelapa dari aktivitas pariwisata di Pantai Lampuuk mencapai sekitar 60 ton per bulan dan umumnya dibiarkan membusuk atau dibakar, menghasilkan emisi karbon hingga 34,8 ton CO2 per bulan.
Di sisi lain, peternak unggas di wilayah Lhoknga menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai sekitar Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
PT Solusi Bangun Andalas mulai menginisiasi program Sakeladera pada 2024 dengan menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil).
Kerja sama tersebut meliputi penyediaan peralatan pengolahan sampah kelapa menjadi cocopeat, edukasi, pendampingan, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
Hasil program menunjukkan timbulan sampah kelapa berhasil ditekan menjadi sekitar 20 hingga 24 ton per bulan dari sebelumnya mencapai 60 ton per bulan.
Pada saat yang sama, kelompok peternak unggas di Lhoknga mampu mengurangi biaya pakan hingga 60% atau sekitar Rp28,2 juta per bulan melalui penggunaan cocopeat sebagai bahan campuran pakan.
Update Terbaru
Clive Davis, Legenda Musik yang Meluncurkan Whitney Houston, Meninggal di Usia 94
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
Link Live Streaming Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
Kejati Jabar Periksa Wabup Indramayu sebagai Tersangka Korupsi DPRD
Senin / 22-06-2026, 22:52 WIB
God of War: Laufey Berjalan Bersamaan dengan Game 2018, Ungkap Deborah Ann Woll
Senin / 22-06-2026, 22:42 WIB
Hearts2Hearts Rilis Mini Album Kedua Lemon Tang, Sajikan Summer Pop yang Cerah
Senin / 22-06-2026, 22:42 WIB
9 Cara Anne Hathaway Sembunyikan Kehamilan di Red Carpet dengan Busana
Senin / 22-06-2026, 22:42 WIB
Seliya Marsella: Penyanyi Dangdut Gen Z dari Pantura
Senin / 22-06-2026, 22:32 WIB
ACC Raih Empat Penghargaan HR Asia 2026, Bukti Komitmen Budaya Kerja Unggul dan Inklusif
Senin / 22-06-2026, 22:29 WIB
Nasib Insentif Kendaraan Listrik 2026 Masih Menggantung, Ini Respons Pemerintah
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Usul Rokok Murah DPR Dikritik: Manjakan Korporasi Besar, Gerus Penerimaan Negara
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Gangguan Internet Global Setelah Fiber Optik Terputus, Cloudflare Turun
Senin / 22-06-2026, 22:22 WIB
Jamie Carragher Minta Thomas Tuchel Cadangkan Satu Pemain Timnas Inggris
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Andy Burnham Siap Gantikan Starmer sebagai PM dalam Hitungan Minggu
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Badan Intelijen Five Eyes Peringatkan AI Mampu Jatuhkan Pemerintah dalam Hitungan Bulan
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB






