PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) terus memperkuat strategi keberlanjutan melalui penerapan ekonomi sirkular di berbagai lini bisnisnya.

Perusahaan kini memandang limbah sebagai sumber daya yang dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

>>> Piala Dunia 2026: Tantangan Logistik dan Imigrasi di Tiga Negara

Komitmen tersebut menjadi bagian dari Agenda Keberlanjutan 2030 yang menargetkan pengalihan sedikitnya 3.000 ton limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) setiap tahun.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperluas tingkat daur ulang, serta memperkuat praktik sirkular di seluruh ekosistem bisnis perusahaan.

Presiden Direktur Lippo Karawaci Indra Yuwana mengatakan, penerapan prinsip ekonomi sirkular merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Penerapan ekonomi sirkular tidak hanya mendukung pencapaian target keberlanjutan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang," ujar Indra dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).

Program ini dijalankan dengan pendekatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) yang melibatkan karyawan, penghuni kawasan, pengunjung, tenant, hingga mitra pengelolaan limbah sektor publik maupun swasta.

Penerapan di Berbagai Sektor

Pada sektor perhotelan, jaringan Aryaduta menerapkan sistem pengelolaan sampah terstandarisasi melalui pemilahan limbah kering, basah, dan material daur ulang.

Material seperti botol plastik, kardus, hingga minyak jelantah dikumpulkan untuk diproses kembali.

Penggunaan botol sabun dan sampo sekali pakai telah digantikan dengan dispenser isi ulang, sementara sistem berbasis QR code diterapkan untuk mengurangi penggunaan kertas dalam aktivitas operasional harian.

>>> Jasa Marga Perbaiki Jalan Tol Jagorawi Kedua Arah Selama Sepekan

Upaya tersebut diperkuat dengan program sosial berupa penyaluran makanan dan minuman berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kerja sama dengan organisasi komunitas setempat.