Prospect Institute memperkuat ekosistem pengetahuan keberlanjutan di Indonesia dengan berpartisipasi dalam Invirotech Expo 2026.

Acara tersebut digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat, 12 Juni 2026.

>>> Kembali ke Penilaian Lisan untuk Kejujuran dan Otentisitas Fondasi Belajar

Pada hari pertama pameran, lembaga ini meluncurkan e-magazine Prospectus 05, memperkenalkan Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026, serta menggelar forum diskusi White Paper Social Talk.

Peluncuran E-Magazine dan ISRA 2026

Penerbitan majalah digital edisi kelima ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik mengenai agenda pembangunan berkelanjutan.

Karina Andini Zahra Ineza, Editor in Chief Prospectus Media, mengatakan bahwa Prospectus hadir sebagai ruang berbagi pengetahuan yang dapat diakses secara terbuka.

Ia berharap semakin banyak perspektif dan praktik baik keberlanjutan yang dapat dipelajari dan menjadi inspirasi bagi inisiatif berdampak positif.

Selain itu, pengenalan agenda ISRA 2026 dilakukan melalui sesi khusus bertajuk "Plan Your Visit to Solo: Counting Days to ISRA".

Sesi ini memberikan gambaran rangkaian acara dan peluang kolaborasi kepada peserta.

>>> PT Timah Tbk Alokasikan Laba Ditahan Rp658 Miliar untuk Pacu Produksi

Anisa Eka Puspitasari, Ketua Penyelenggara ISRA 2026, mengajak berbagai organisasi, perusahaan, institusi, dan pemangku kepentingan untuk mengenal lebih dekat ISRA.

Menurutnya, ISRA menjadi ruang apresiasi sekaligus pembelajaran untuk mendorong dampak yang lebih luas.

Diskusi White Paper Social Talk

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi mengenai temuan isu-isu sosial di Indonesia yang terangkum dalam White Paper series Social Edition.

Rosyid Nukha, Executive Director Prospect Institute, menyatakan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik, tantangan, dan potensi yang berbeda.

Oleh karena itu, pendekatan pembangunan masyarakat tidak dapat diseragamkan.

Ia menekankan bahwa riset sosial memiliki fungsi krusial dalam menjembatani pengambilan keputusan dengan realitas di lapangan.

>>> Mengenal Ciri People Pleaser yang Sering Mengorbankan Diri Sendiri

Program yang berhasil lahir dari pemahaman konteks lokal, mendengarkan suara masyarakat, dan menerjemahkan kebutuhan menjadi strategi yang relevan dan berkelanjutan.