Kementerian ESDM Kaji Kenaikan Harga DMO Batubara Sektor Kelistrikan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji penyesuaian harga batubara untuk Domestic Market Obligation (DMO) sektor kelistrikan.
Langkah ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten produsen batubara.
>>> Banjir dan Lahan Basah: Senjata Alam Ukraina Hadapi Invasi Rusia
Saat ini, harga patokan DMO batubara untuk kelistrikan masih bertahan di level US$ 70 per ton.
Nilai tersebut tidak berubah sejak 2018 berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1395K/30/MEM/2018.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai realisasi kenaikan harga patokan DMO sangat penting.
Hal ini dipicu oleh pembengkakan biaya produksi akibat inflasi bahan baku, kenaikan tarif royalti, dan depresiasi rupiah.
"Jika DMO naik, maka emiten dengan porsi DMO lebih dari 25% adalah penerima manfaat terbesar karena langsung memperbaiki bauran harga jual rata-rata (ASP) dan margin laba tanpa harus menambah volume," ungkap Wafi, Senin (22/6/2026).
Retail Research Analyst Sinarmas Sekuritas Dipta Daniswara berpendapat, penyesuaian harga patokan DMO diharapkan memperbaiki margin penjualan domestik.
Namun, dampak sektoral diperkirakan kurang signifikan karena mayoritas emiten Indonesia berorientasi ekspor.
"Kami melihat kenaikan harga DMO ini masih berdampak netral terhadap prospek kinerja emiten batubara," kata Dipta, Senin (22/6).
Dipta menganggap relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) lebih berpotensi menopang kinerja emiten. Emiten yang mendapat relaksasi kuota produksi berpeluang memanfaatkan tingginya harga batubara global.
Secara keseluruhan, Dipta menyebut prospek sektor batubara masih cenderung moderat dan belum terlalu ekspansif. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpastian permintaan global serta arah kebijakan masa depan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, kombinasi rencana penyesuaian harga DMO dan relaksasi RKAB akan menjadi katalis ganda yang positif bagi sektor batubara.
Update Terbaru
BACH IPO, Target Dana Rp307 Miliar dari Pasar Modal
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
DPR Setujui Anggaran Kemenko Pangan Rp509,3 Miliar untuk 2027
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
Libur Sekolah Tiba, Diskon 30 Persen untuk KA Kelas Ekonomi
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
4 Dosen Unusa Jadi Narasumber Konferensi Health Tourism Internasional 2026
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
Shanty Emosional Ingat Ibunda saat Perankan Ibu di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
PHK Mengintai? Kemnaker Buka Suara, Ini Langkah Darurat Pemerintah!
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Pedagang Kuliner di Jakarta Fair 2026
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Paramount Petals Padukan Infrastruktur dan Aktivasi Komunitas di Kawasan Mandiri
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Surabaya Susun Peta Jalan Infrastruktur Biru-Hijau untuk Atasi Banjir dan Panas
Senin / 22-06-2026, 21:33 WIB
Sere Pasaribu Rangkum Perjalanan Hidup Lewat Resital To Love, To Lose, To Learn
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 71 Kota Tuntas pada 2028
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
LGI Perkuat Layanan Digital dengan Fitur Kesehatan Berbasis AI
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
Bank Jakarta Gandeng BliBli Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
Senin / 22-06-2026, 21:29 WIB






