Empat saham emiten asal Indonesia resmi dikeluarkan dari indeks FTSE Russell, efektif mulai Senin (22/6/2026).

Langkah restrukturisasi ini berpotensi memicu tekanan jual jangka pendek akibat keluarnya dana pasif yang mengikuti indeks acuan tersebut.

in1

>>> Eloy Room Catat Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026

Dalam tinjauan berkala terbarunya, FTSE Russell menghapus saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index.

Selain itu, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) juga dicoret dari FTSE Global Equity Index Series Micro Cap Index.

Dampak Jangka Pendek dan Prospek Emiten

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai eksklusi ini berpotensi memicu arus keluar dana pasif dan tekanan terhadap harga saham dalam jangka pendek.

"Setelah forced selling selesai, prospek masing-masing saham akan kembali ditentukan oleh fundamental perusahaan," ujar Wafi kepada Kontan, Senin (22/6/2026).

>>> Ciputra Life Raup Pendapatan Premi Rp181,28 Miliar pada Kuartal I-2026

Menurut analisis Wafi, tantangan yang dihadapi setiap emiten berbeda-beda. GOTO masih dalam proses menuju profitabilitas jangka panjang, sementara NCKL tertekan kelebihan pasokan nikel global.

Di sisi lain, DOID dianggap lebih defensif berkat jasa pertambangan yang solid, sedangkan CNMA dinilai paling rentan mengalami penurunan likuiditas perdagangan.

"NCKL juga menarik untuk jangka menengah apabila harga nikel pulih. Namun hingga saat ini persoalan oversupply global masih belum terselesaikan," kata Wafi.

Pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2026), saham DOID menguat 2,94% ke level Rp 210 dan NCKL naik 0,58% ke level Rp 870.

>>> Minecraft 26.2 Chaos Cubed: Panduan Membuat Cinnabar dan Sulfur Blocks

Sementara itu, saham CNMA melemah 2,27% ke level Rp 86 dan saham GOTO bergerak stagnan pada posisi Rp 50 per saham.