PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp181,28 miliar pada kuartal pertama 2026.

Angka ini melonjak 29,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

in1

>>> Minecraft 26.2 Chaos Cubed: Panduan Membuat Cinnabar dan Sulfur Blocks

Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengungkapkan, pertumbuhan tersebut didorong oleh lini pembayaran premi tunggal dan reguler. Premi tunggal mencapai Rp119 miliar, meningkat 18 persen secara tahunan.

Kenaikan premi tunggal didukung strategi diversifikasi portofolio asuransi jiwa kredit ke berbagai segmen di luar Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Perusahaan juga terus meningkatkan sinergi dengan mitra bisnis, baik perbankan maupun nonbank," ujar Listianawati dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Sementara itu, segmen premi reguler melonjak 60 persen menjadi Rp62 miliar. Manajemen berkomitmen memacu pendapatan dari sektor ini untuk membangun bisnis yang lebih berkesinambungan dan meningkatkan persistensi nasabah.

Listianawati menambahkan, peningkatan literasi keuangan dan inovasi produk yang sesuai kebutuhan masyarakat akan menjadi faktor penting ke depan.

>>> Apa Itu V2L, Ubah Mobil Listrik Jadi Power Bank Saat Listrik Padam

Kontras dengan Industri Nasional

Pencapaian Ciputra Life kontras dengan kinerja industri asuransi jiwa nasional.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pendapatan premi reguler industri menyusut 5,2 persen YoY menjadi Rp28,17 triliun pada kuartal I-2026 akibat dinamika ekonomi.

Sebaliknya, premi tunggal industri tumbuh 7,4 persen YoY ke angka Rp19,10 triliun, didorong produk unitlink dan asuransi kumpulan.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen menilai kontraksi premi reguler bersifat sementara. "Tiga tahun berturut-turut pertumbuhannya positif.

>>> Prabowo Gandeng Imperial College untuk Bangun 10 Universitas Medis

Kuartal I-2026 sebenarnya lebih tinggi dari kuartal I-2024," jelasnya.