Mobil listrik tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Dengan fitur Vehicle to Load (V2L), kendaraan ini bisa menjadi sumber listrik cadangan layaknya power bank raksasa.

Fitur V2L menjadi relevan saat sejumlah wilayah di Jawa mengalami pemadaman listrik bergilir.

in1

>>> Prabowo Gandeng Imperial College untuk Bangun 10 Universitas Medis

PT PLN (Persero) menyebut pemadaman terjadi akibat dua pembangkit listrik besar yang dioperasikan swasta keluar sementara karena kendala teknis.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya bekerja siang dan malam agar gangguan segera terselesaikan.

Apa Itu V2L?

V2L adalah teknologi yang memungkinkan daya baterai mobil listrik dialirkan ke luar untuk menghidupkan perangkat elektronik.

Menurut Hyundai Indonesia, fitur ini membuat mobil listrik tak sekadar menyimpan energi, tetapi juga menyalurkannya seperti power bank.

Secara teknis, mobil listrik mengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) yang setara listrik rumah.

Arus dikeluarkan lewat adaptor di port pengisian daya atau soket bawaan di kabin.

Kapasitas baterai mobil listrik umumnya 60 hingga 100 kWh, jauh lebih besar dibanding power station portabel yang hanya 2–3 kWh.

Chery Indonesia menyebut saat listrik padam, V2L bisa memberi pasokan sementara untuk lampu, kulkas, hingga Wi-Fi.

Bukan Pengganti Listrik Rumah

V2L bukan pengganti instalasi listrik rumah secara penuh.

>>> Teknologi Geotab Pangkas Risiko Berkendara Armada Aviasi hingga 60%

Perangkat dicolok langsung ke mobil, bukan ke jaringan listrik rumah, berbeda dengan teknologi vehicle to home (V2H) yang memerlukan perangkat khusus.

Keluaran daya V2L terbatas, umumnya sekitar 3,6 kW pada Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6.

Artinya, V2L cocok untuk beban kecil hingga menengah, dan perangkat berdaya besar perlu dinyalakan bergantian.