Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa mengancam kualitas penyimpanan pangan, termasuk ASI perah dan bahan makanan beku.

Saat listrik terputus, suhu di dalam kulkas konvensional meningkat dalam hitungan jam, memicu pencairan yang merusak komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti daging beku dan frozen food.

in1

>>> Marc Marquez Beri Tanggapan Bijak soal Hukuman Bezzecchi di Brno

Produsen elektronik mulai mengintegrasikan teknologi cooling retention untuk mengatasi masalah ini. Teknologi ini mengandalkan lapisan insulasi tebal dan material penyimpan dingin khusus.

Salah satu produk yang mengadopsi sistem tersebut adalah chest freezer AQUA Elektronik AQF-455EC berkapasitas 519 liter.

Meiriano Ullman, Head of Product Planning Aqua Elektronik Indonesia, mengatakan produk ini dirancang untuk kebutuhan penyimpanan jangka panjang rumah tangga dan pelaku bisnis kuliner.

Chest freezer ini dibanderol Rp7.174.000 dan diklaim mampu mempertahankan kondisi beku hingga 48 jam saat blackout.

>>> Arnold Khawatirkan Ketajaman Lini Depan Prancis Jelang Laga Piala Dunia

Fitur pendukungnya meliputi fast freezing dan high density foaming insulation yang mengoptimalkan efisiensi energi.

Alternatif Pendingin Hemat Energi Rumah Tangga

Untuk skala domestik, kulkas Sharp Grand Vetro J-Tech Inverter menjadi pilihan lain. Teknologi inverter menjaga kinerja kompresor tetap stabil sehingga suhu tidak berfluktuasi drastis.

Meski tidak dirancang untuk pemadaman panjang, model ini memiliki insulasi khusus dan kerapatan pintu lebih baik dibanding kulkas biasa.

>>> Oppo Reno16 Series Debut Global 25 Juni, Indonesia Masih Menunggu

Masyarakat disarankan tidak sering membuka pintu kulkas saat listrik padam. Menempatkan botol air es atau ice pack di freezer juga membantu menjaga suhu.