Pasar keuangan global dibuka dengan sentimen positif pada awal pekan ini. Bursa saham Asia mencatat penguatan, sementara harga minyak dunia justru melemah.

Katalis utama pergerakan ini adalah munculnya sinyal kemajuan dalam dialog damai antara Iran dan Amerika Serikat. Negosiator Iran mengindikasikan perkembangan positif dalam pembicaraan dengan AS.

in1

>>> Cara Mengetahui WhatsApp Diblokir Lewat Fitur Verifikasi Enkripsi

Pejabat dari Qatar dan Pakistan juga mengonfirmasi bahwa sesi pertama perundingan telah selesai.

Pertemuan awal tersebut berhasil menyusun peta jalan menuju kesepakatan final yang ditargetkan rampung dalam 60 hari ke depan.

Perkembangan ini meredakan kekhawatiran investor akan potensi kemacetan diplomasi kedua negara. Sebelumnya, pasar sempat tertekan oleh ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.

Selain itu, Wakil Presiden JD Vance mengadakan pertemuan dengan pejabat Iran dalam dialog pertama sejak kesepakatan damai sementara.

Pergerakan pasar juga sempat dibayangi oleh langkah Teheran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global.

Namun, titik terang dalam negosiasi berhasil menyurutkan kecemasan terkait stabilitas pasokan energi dunia.

Dampaknya langsung terlihat pada penurunan harga minyak mentah Brent sebesar 1,9 persen ke level US$ 79,01 per barel.

Angka ini merosot tajam dibandingkan titik tertingginya pada Mei lalu yang sempat menyentuh US$ 126,41 per barel.

Kontrak minyak mentah AS yang paling aktif diperdagangkan juga melemah 0,7 persen menjadi US$ 75,29 per barel.

Bursa Asia Melonjak

Kondisi berbeda terjadi di pasar saham.

Indeks Nikkei Jepang melonjak 1,8 persen dan melanjutkan tren positif setelah pekan lalu tumbuh hampir 8 persen hingga mencetak rekor tertinggi baru.

Bursa Korea Selatan juga menguat 0,6 persen, setelah pada pekan sebelumnya melesat di atas 11 persen. Kenaikan itu didorong oleh tingginya minat pemodal terhadap saham sektor semikonduktor.