Angkatan Darat AS Habiskan Rp28 Triliun untuk 10.000 Headset AR yang Tak Terpakai
Angkatan Darat Amerika Serikat menghabiskan lebih dari satu miliar dolar AS atau sekitar Rp28 triliun untuk membeli hampir 10.000 headset augmented reality (AR) yang tidak akan digunakan prajurit di medan tempur.
Temuan ini diungkapkan oleh Government Accountability Office (GAO) dalam laporan yang dirilis pekan ini.
>>> Viral Momen Langka 4 Pasang Bayi Kembar 3 Lahir Hampir Bersamaan
GAO meninjau berbagai program di Departemen Pertahanan AS yang melampaui perkiraan biaya dan jadwal pengiriman, yang dinilai membuang miliaran dolar dan waktu puluhan tahun.
Salah satu program yang disorot adalah Integrated Visual Augmentation System (IVAS), headset AR untuk prajurit.
Menurut GAO, hampir 10.000 unit headset IVAS versi pertama dan kedua yang telah diproduksi "tidak memenuhi kebutuhan prajurit dan akan disimpan, sebagian mungkin digunakan untuk pengujian, bukan untuk digunakan di lapangan."
Keputusan Setelah Pembelian
Pejabat Angkatan Darat menyatakan bahwa keputusan untuk tidak menggunakan 10.000 headset IVAS pertama diambil setelah menerima masukan dari prajurit.
Keandalan operasional dinilai "tidak dapat diterima." Namun, keputusan itu baru diambil setelah pengadaan selesai dilakukan.
Juru bicara Angkatan Darat, Ellen Lovett, mengatakan bahwa Angkatan Darat mengembangkan lebih dari 400 prototipe IVAS 1.2 yang meningkatkan kinerja sensor cahaya rendah dan keandalan, tetapi harganya terlalu mahal untuk diproduksi secara massal.
Angkatan Darat kemudian beralih ke program baru bernama Soldier Borne Mission Command System (SBMC) yang didasarkan pada arsitektur "Company and Below" dengan pembelajaran dari program IVAS.
Prototipe IVAS 1.2 kini digunakan sebagai pengganti SBMC dan telah dipakai dalam misi di perbatasan AS-Meksiko.
Masalah Sejak Awal
Program IVAS dimulai pada 2018 dengan kontrak 10 tahun senilai $22 miliar dengan Microsoft untuk membangun dan mengirimkan prototipe headset.
Update Terbaru
Yamaha Berikan Tiga Tips Merawat Rem Cakram Sepeda Motor
Senin / 22-06-2026, 17:07 WIB
Samsung Terapkan ChatGPT untuk Coding dan Otomatisasi di Seluruh Perusahaan
Senin / 22-06-2026, 17:02 WIB
Membaca Sinyal Pergerakan Harga Pasar Keuangan Sebelum Lonjakan Besar
Senin / 22-06-2026, 17:02 WIB
Alexis Mac Allister Puji Kerendahan Hati Lionel Messi
Senin / 22-06-2026, 17:02 WIB
Menkes Usul Pasien TB Masuk Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Senin / 22-06-2026, 17:01 WIB
Times Square Dipenuhi Ribuan Orang untuk Yoga Massal
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Asus Luncurkan Chromebook AI di India, Harga Mulai Rp 26.990
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Komisi XI DPR Setujui Realisasi PMN Empat BUMN untuk Optimalkan Layanan
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Aston Villa Jadwalkan Laga Pramusim Lawan Indonesia All Stars di GBK
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Netflix Konfirmasi Produksi The Trauma Code: Heroes on Call Musim 2 dan 3
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang di Arab Saudi
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Ai+ Luncurkan Nova 2 Neo dan Nova 2 Pro 5G di India, Harga Mulai Rp 2,5 Jutaan
Senin / 22-06-2026, 16:57 WIB
Toyota Pangkas Varian Kendaraan Global Demi Tekan Biaya Operasional
Senin / 22-06-2026, 16:57 WIB
Hacker Bocorkan Pertemuan Rahasia Dialog yang Dihadiri Bos Teknologi
Senin / 22-06-2026, 16:57 WIB






