Sistem pengereman merupakan komponen keselamatan yang sangat penting pada sepeda motor. Fungsinya mengontrol kecepatan, memperlambat, hingga menghentikan laju kendaraan.

Secara umum, terdapat dua tipe rem, yaitu rem mekanik atau tromol dan rem hidrolik yang dikenal sebagai rem cakram.

in1

>>> Samsung Terapkan ChatGPT untuk Coding dan Otomatisasi di Seluruh Perusahaan

Kinerja rem yang terganggu dapat membahayakan pengendara dan pengguna jalan lain.

Manager After Sales Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers (Sumatera Selatan & Bengkulu), Muslian, menekankan pentingnya perawatan rem.

"Jika kinerja rem terganggu, maka dapat membahayakan keselamatan berkendara pengguna motor," ujarnya dalam keterangan resmi.

Tiga Langkah Perawatan Rem Cakram

Langkah pertama adalah melakukan pengecekan dan penggantian minyak rem secara berkala. Hal ini untuk mempertahankan efektivitas tekanan hidrolik.

>>> Membaca Sinyal Pergerakan Harga Pasar Keuangan Sebelum Lonjakan Besar

Penggantian cairan rem idealnya dilakukan setiap dua tahun sekali atau setelah kendaraan menempuh jarak 24.000 km. Perubahan warna minyak rem yang semakin gelap menjadi indikasi penurunan kualitas.

Langkah kedua adalah membersihkan bagian kaliper secara rutin. Posisi kaliper yang terbuka membuat debu dan kotoran mudah menempel pada kampas maupun piston.

Penumpukan kotoran dapat menghambat efisiensi pengereman.

Jika tuas rem terasa berat saat ditekan, pemilik motor disarankan memeriksa atau mengganti komponen seal master rem di bengkel resmi.

>>> Alexis Mac Allister Puji Kerendahan Hati Lionel Messi

Langkah ketiga adalah memastikan seluruh area kaliper selalu dalam kondisi prima. Kondisi kaliper yang bermasalah dapat menyebabkan tuas rem keras atau bahkan blong, yang berpotensi memicu kecelakaan.