Mary Trump, keponakan Presiden AS Donald Trump, kembali menyuarakan kekhawatiran tentang kondisi kesehatan pamannya. Dalam buletin mingguannya, ia menulis bahwa kesehatan Trump yang 'memburuk' tidak bisa lagi diabaikan.

Mary, yang juga seorang psikolog, menyebut Trump berada dalam 'spiral menurun' secara psikologis.

in1

>>> Paramount Petals Siapkan Klaster Baru di South Paramount Petals Jelang Operasional Tol

Ia merujuk pada perilaku aneh Trump belakangan ini, seperti unggahan larut malam yang tidak menentu dan kegagalan kesepakatan damai Iran.

Menurut Mary, meskipun Trump kadang masih tampak koheren, secara psikologis ia terus memburuk. Ia mengatakan Trump mengalami cedera narsistik terus-menerus dan sangat takut dipermalukan.

Bantahan dari Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih, Steven Cheung, membantah klaim Mary. Ia menyebut Mary sebagai 'pecundang yang tidak tahu apa-apa'.

Trump, yang baru berusia 80 tahun, menunjukkan sejumlah gejala fisik dalam dua tahun terakhir. Di antaranya pergelangan kaki bengkak, tangan memar, ruam di leher, dan dugaan penurunan mental.

>>> Argentina Juara Piala Dunia 2022 Usai Kalahkan Prancis Lewat Adu Penalti

Pada akhir Mei lalu, Trump mengunjungi Walter Reed Medical Centre untuk pemeriksaan rutin. Itu adalah kunjungan rumah sakit ketiganya dalam 13 bulan.

Pada Juli 2025, ia terlihat kesulitan tetap terjaga saat administrator Medicare Dr. Mehmet Oz mulai berbicara tentang layanan kesehatan.

Setahun sebelumnya, ia tertidur dengan mulut terbuka saat saksi kunci bersaksi dalam persidangan uang tutup mulutnya.

Trump mengklaim memar yang sering muncul disebabkan konsumsi aspirin 325 mg setiap hari untuk mencegah serangan jantung atau stroke.

>>> PM Inggris Keir Starmer Mundur, Jadwal Pemilihan Penerus Dirilis

Ia juga kerap melakukan kesalahan, seperti mencampuradukkan Joe Biden dengan Barack Obama, serta Nikki Haley dengan Nancy Pelosi.