Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Partai Buruh sekaligus Perdana Menteri pada Senin (22/6).

Dalam pidato yang disiarkan langsung dari Downing Street, Starmer menyatakan akan tetap menjabat hingga proses pemilihan penerusnya selesai.

in1

>>> Prediksi Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Les Bleus Difavoritkan

Ia telah meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk menetapkan jadwal pemilihan pemimpin baru.

Pendaftaran calon akan dibuka pada 9 Juli dan prosesnya ditargetkan rampung sebelum masa reses musim panas.

Starmer memastikan pemimpin Inggris yang baru akan terpilih sebelum parlemen kembali bersidang pada September mendatang.

"Saya akan tetap menjabat sebagai Perdana Menteri hingga proses tersebut selesai, dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk memastikan transisi kekuasaan berlangsung secara tertib," ujarnya.

Ia juga berjanji memberikan dukungan penuh tanpa syarat kepada penerusnya. Starmer menegaskan bahwa setiap keputusannya didasarkan pada prinsip mendahulukan negara.

>>> Profil Michael Steven, Bos Kresna Life yang Ditangkap di Maroko

Pengunduran diri ini menjadikan Starmer sebagai perdana menteri Inggris keempat yang mundur dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Momen pengumuman tersebut berlangsung sehari sebelum peringatan 10 tahun Brexit, yang jatuh pada Selasa (23/6).

Dalam pidatonya, Starmer sempat terisak saat menyampaikan terima kasih kepada keluarganya, terutama istri dan anak-anaknya.

Ia menyebut dua tahun terakhir sebagai perdana menteri merupakan momen paling membanggakan dalam hidupnya.

>>> Uruguay Hadapi Laga Hidup Mati Kontra Spanyol di Piala Dunia 2026

Starmer juga mengapresiasi staf Downing Street dan pegawai negeri sipil yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk melayani publik.