Tim nasional Uruguay berada dalam tekanan besar di Piala Dunia 2026. Dua hasil imbang beruntun membuat mereka harus mengalahkan Spanyol di pertandingan terakhir Grup H.

Sebelumnya, skuad asuhan Marcelo Bielsa ditahan imbang oleh Arab Saudi dan kemudian bermain 2-2 melawan Cabo Verde. Hasil tersebut menunjukkan performa yang belum konsisten sejak awal turnamen.

in1

>>> Lamine Yamal Ukir Sejarah Jadi Pencetak Gol Termuda Piala Dunia

Uruguay kini wajib meraih tiga poin saat bersua Spanyol di Monterrey pada 26 Juni 2026 untuk mengamankan tempat di babak gugur.

Hasil imbang masih membuka peluang, tetapi tergantung hasil pertandingan lain.

Ekspektasi tinggi menyertai kedatangan Uruguay berkat bintang seperti Federico Valverde, Darwin Nunez, Ronald Araujo, dan Nicolas De la Cruz.

Namun, performa kurang meyakinkan pada babak pertama kontra Arab Saudi membuat kebangkitan mereka gagal berbuah kemenangan.

Masalah stabilitas performa kembali muncul saat melawan Cabo Verde. Meski menunjukkan kombinasi apik di lini tengah dan sayap, keunggulan Uruguay tidak bertahan konsisten.

Gelandang Nicolas De la Cruz mengakui hasil tersebut mengecewakan. "Ini sulit diterima.

Kami sebenarnya bisa mendapatkan lebih banyak poin. Kami mengalami masalah dalam banyak aspek," ujarnya.

Ia menegaskan Uruguay tidak punya pilihan selain menang. "Sekarang saatnya melanjutkan perjuangan dan turun ke lapangan untuk menang," katanya.

Perubahan Posisi Federico Valverde Menjadi Tumpuan

Peran Federico Valverde menjadi sorotan dalam taktik Uruguay. Pemain Real Madrid itu dikembalikan ke lini tengah saat melawan Cabo Verde, setelah sebelumnya dipasang lebih melebar.

>>> Kisah Sukses Aisyah Bangun Kebab Frozen Endul dari Rumah Kontrakan

Keputusan tersebut membuat serangan Uruguay lebih dinamis berkat akselerasi dan pergerakan Valverde. Namun, dominasinya belum bisa menutupi rapuhnya konsentrasi tim dan lemahnya penyelesaian akhir.