Banyak orang terpesona oleh kehidupan perompak di film: berlayar ke pulau misterius, mencari harta karun, dan bertarung dengan pedang.

Namun, kenyataan hidup perompak di laut sangat berbeda dari yang dibayangkan.

in1

>>> Pengisi Suara Bayek: Serial Netflix Assassin's Creed Harus Setia pada Game

Berikut 10 fakta tentang perompak yang menunjukkan bahwa hidup di laut tidak selalu penuh petualangan seperti di film.

Penutup Mata untuk Melihat dalam Gelap

Penutup mata tidak selalu dipakai karena mata hilang. Banyak perompak menggunakannya agar satu mata terbiasa dengan gelap saat bertarung di bawah dek.

Mata manusia butuh sekitar 25 menit beradaptasi dari terang ke gelap. Dengan menutup satu mata, mereka bisa langsung melihat dalam gelap dengan memindahkan penutup mata.

Anting sebagai Jimat dan Pelindung

Perompak memakai anting bukan hanya sebagai tanda perjalanan, tetapi juga karena percaya logam mulia bisa menyembuhkan pandangan buruk dan mencegah mabuk laut.

Mereka juga percaya anting emas melindungi dari tenggelam. Selain itu, anting digunakan untuk menempelkan lilin sebagai penutup telinga saat menembakkan meriam.

Pakaian yang Sama Berbulan-bulan

Pakaian sangat mahal pada masa itu, sehingga perompak sering memakai baju yang sama sampai busuk. Mereka bahkan tidak melepasnya saat tidur.

Mencuci baju di laut sulit dilakukan. Mereka harus mendapat izin kapten dan menunggu cuaca cerah agar pakaian cepat kering.

Batang Kayu sebagai Sikat Gigi

Perompak sering terlihat mengunyah batang kayu, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membersihkan gigi. Namun, mereka tidak selalu memiliki batang kayu, sehingga bau mulut menjadi masalah.

Takhayul yang Kuat

Perompak sangat percaya takhayul. Mereka menghindari bersiul di kapal karena dipercaya memicu cuaca buruk.