ECU Motor Modern Bisa Siasati Penurunan Oktan BBM? Ternyata Mitos
Kenaikan harga BBM nonsubsidi, terutama Pertamax (RON 92) yang kini mencapai Rp 16.250 per liter, mendorong banyak pemilik motor modern beralih ke Pertalite (RON 90).
Mereka beranggapan bahwa teknologi Electronic Control Unit (ECU) pada motor injeksi terbaru dapat secara otomatis menyesuaikan diri saat menggunakan bensin dengan oktan lebih rendah.
>>> Vivo Siapkan Ponsel Lipat X Fold 6 dengan Chipset MediaTek Dimensity 9500
Namun, anggapan tersebut ternyata keliru. Dustin, pemilik bengkel Garage +62 di Jakarta Barat, menegaskan bahwa ECU tidak bisa menyiasati penurunan oktan BBM.
"Itu mitos, tidak bisa.
ECU fungsinya hanya menyesuaikan pencampuran udara dan bahan bakar di ruang bakar, bukan mengubah kompresi mesin," ujar Dustin.
Kompresi mesin adalah hitungan mekanis yang bersifat tetap sejak motor dirakit. Sistem komputerisasi tidak mampu mengubah rasio kompresi secara instan.
Dampak Penggunaan Bensin Oktan Rendah
Jika motor dengan rasio kompresi tinggi dipaksa menggunakan BBM oktan rendah, pembakaran menjadi tidak sempurna. Akibatnya, motor justru lebih boros karena pengendara harus memutar gas lebih dalam.
>>> Timnas Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Efek jangka panjangnya fatal, seperti knocking atau mesin ngelitik. Dalam kasus ekstrem, piston bisa bolong dan memerlukan turun mesin yang biayanya mencapai jutaan rupiah.
Dustin mencontohkan skutik 160 cc dengan kompresi 12:1 yang mengalami kerusakan piston akibat penggunaan BBM oktan rendah.
Sesuaikan dengan Kompresi Mesin
Pemilik kendaraan disarankan memeriksa rasio kompresi mesin di buku manual sebelum mengganti jenis BBM.
Pertalite (RON 90) ideal untuk motor dengan kompresi 10:1 hingga 10,5:1. Motor dengan kompresi 10,6:1–11,5:1 membutuhkan Pertamax (RON 92).
Untuk kompresi 11,6:1–12,5:1, gunakan BBM RON 95.
>>> Striker Pantai Gading Elye Wahi Terjerat Kasus Hukum Jelang Piala Dunia 2026
Sementara mesin sport dengan kompresi 12,6:1–13,5:1 wajib menggunakan Pertamax Turbo (RON 98).
Update Terbaru
Pratinjau Meksiko vs Korsel: Berebut Kendali Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Putin: Rusia dan ASEAN Dukung Sistem Tatanan Dunia yang Adil
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Persija Jakarta Resmi Akhiri Kontrak Hanif Sjahbandi
Kamis / 18-06-2026, 12:50 WIB
Kaki Kiri Messi Diasuransikan Rp16 Triliun, Banyak yang Tak Tahu
Kamis / 18-06-2026, 12:49 WIB
King Nassar Gelar Konser Tunggal Perdana November 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:49 WIB
Google Home Speaker dengan Gemini for Home Resmi Diperkenalkan
Kamis / 18-06-2026, 12:49 WIB
Cisco Luncurkan Cloud Control untuk Kolaborasi Manusia dan Agen AI
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB
Pinnacle Investment Rekomendasikan Reksadana Pasar Uang Jelang Pengumuman BI
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB
Wapres Gibran Berjanji Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB
Liverpool Rekrut Victor Munoz Usai Tikung Newcastle United
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB
Juri: Eksekusi Eks Hotel Sultan Jalankan Amanah Lindungi Aset Negara
Kamis / 18-06-2026, 12:48 WIB
Swiss Hadapi Bosnia di Grup B Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:45 WIB
Enam Bot AI Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Menjadi Favorit
Kamis / 18-06-2026, 12:44 WIB
Pakuwon Group Fasilitasi Sunatan Massal 700 Anak di Jabodetabek
Kamis / 18-06-2026, 12:44 WIB






