Mobil Turbo Turun Spesifikasi BBM Berisiko Alami Kerusakan Mesin
Pemilik kendaraan sering mencari alternatif bahan bakar lebih murah saat harga BBM naik. Namun, menurunkan spesifikasi oktan dari panduan pabrikan sangat tidak disarankan untuk mobil berturbo.
Karakteristik mesin turbo berbeda dengan mesin naturally aspirated, terutama pada suhu dan tekanan ruang bakar. Hal ini membuat komponen internal lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar.
>>> Said Iqbal Pertanyakan Implementasi Perpres Potongan Aplikasi Ojol
Pakar otomotif Universitas Gadjah Mada, Jayan Sentanuhady, menjelaskan risiko teknis penggunaan BBM dengan oktan rendah.
"Mesin turbo bekerja dengan tekanan dan temperatur lebih tinggi, sehingga rentan terhadap gejala knocking," ujarnya.
Knocking adalah ledakan dini campuran udara dan bahan bakar sebelum busi memercikkan api. Siklus kompresi udara sebelum masuk silinder menjadi pemicu utama mesin turbo mudah ngelitik.
Penurunan performa akibat knocking sering tidak langsung disadari pengemudi. Komputer mesin modern biasanya memundurkan waktu pengapian agar sistem tetap aman.
Jayan mengingatkan bahwa mematuhi manual pabrik adalah aspek vital dalam merawat ketahanan kendaraan. Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor Honda di Solo, membenarkan perbedaan standar bahan bakar.
>>> Vinicius Junior Pasti Bertahan di Real Madrid Musim Depan
"Mobil turbo butuh oktan lebih tinggi karena tekanan dan suhu ruang bakar lebih besar, jadi lebih rentan ngelitik," kata Iwan.
Namun, tidak semua mobil turbo wajib menggunakan RON tinggi seperti Pertamax Turbo.
Konsumen disarankan melihat stiker di tutup tangki atau buku petunjuk. "Banyak mobil turbo modern di Indonesia cukup menggunakan RON 92 atau Pertamax, umumnya untuk mobil non-Eropa," ujarnya.
Sebaliknya, kendaraan performa tinggi dengan spesifikasi mesin khusus memerlukan standar BBM lebih tinggi. "Beberapa mesin bertenaga dianjurkan minimal RON 95 atau bahkan RON 98," ucap Iwan.
Pemilik mobil diimbau tidak tergiur harga murah tanpa memikirkan dampak teknis jangka panjang.
>>> IHSG Melemah ke Level 5.886, Saham KOPI dan RISE Justru Melonjak
Penggunaan BBM di bawah standar pabrik berpotensi menyebabkan degradasi tenaga, pemborosan konsumsi, hingga kerusakan permanen pada komponen silinder.
Update Terbaru
Trailer Baru Ghost in the Shell Ungkap Lagu Penutup oleh MILLENNIUM PARADE
Kamis / 11-06-2026, 18:45 WIB
Cara Update iOS 27 Beta di iPhone dengan Mudah dan Aman
Kamis / 11-06-2026, 18:44 WIB
Korlantas Polri Siapkan SIM Digital untuk Pantau Pelanggaran Lalu Lintas
Kamis / 11-06-2026, 18:44 WIB
DPR Naikkan Batas Bawah Target Penerimaan Negara KEM PPKF 2027
Kamis / 11-06-2026, 18:44 WIB
Polri Sita Pabrik Pengolahan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 18:44 WIB
Bank Mandiri Jadi Bank Pertama di Indonesia Terhubung Langsung dengan CIPS China
Kamis / 11-06-2026, 18:44 WIB
Maybank Indonesia Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun untuk Ekspansi Kredit
Kamis / 11-06-2026, 18:41 WIB
Carlo Ancelotti Kokohkan Ruang Ganti Timnas Brasil Jelang Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 18:41 WIB
Korlantas Polri Siapkan SIM Digital Terintegrasi Database Nasional
Kamis / 11-06-2026, 18:41 WIB
Scary Movie 6 Puncaki Box Office Global, Parodi John Wick Jadi Daya Tarik
Kamis / 11-06-2026, 18:40 WIB
Bekerja di Luar Jurusan Kuliah Bukan Berarti Gagal Karier
Kamis / 11-06-2026, 18:40 WIB
Summarecon Agung Targetkan Marketing Sales Rp 5,2 Triliun pada 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:40 WIB
Skema Bansos Bakal Dirombak Jadi Tunai Menggunakan Kecerdasan Buatan
Kamis / 11-06-2026, 18:40 WIB
BYD Denza Z Coupe Meluncur dengan Tenaga Hampir 1.600 HP
Kamis / 11-06-2026, 18:37 WIB






