Pinnacle Investment merekomendasikan reksadana pasar uang sebagai pilihan diversifikasi portofolio investor menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Kamis (18/6/2026).

CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra menilai prospek instrumen ini masih positif karena aset dasarnya seperti deposito dan surat utang jangka pendek menawarkan imbal hasil menarik dengan risiko relatif rendah.

>>> Wapres Gibran Berjanji Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

Menurut Guntur, reksadana pasar uang tetap menjadi opsi utama untuk menjaga likuiditas di tengah situasi pasar yang tidak pasti.

"Reksadana pasar uang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen likuiditas, penempatan dana jangka pendek dan diversifikasi portofolio.

Instrumen ini juga cocok sebagai tempat parkir dana sambil menunggu peluang investasi yang lebih menarik di aset berisiko," jelas Guntur.

Strategi dan Target Imbal Hasil

Untuk langkah ke depan, Guntur mengingatkan para investor agar tetap cermat dalam memantau pergerakan suku bunga BI serta The Fed.

>>> Liverpool Rekrut Victor Munoz Usai Tikung Newcastle United

Faktor lain yang perlu diperhatikan meliputi perkembangan inflasi, kondisi likuiditas perbankan, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi domestik yang berdampak pada imbal hasil pasar uang.

Dalam pengelolaan produk tersebut, Pinnacle Investment saat ini menitikberatkan strategi pada preservasi modal serta optimalisasi likuiditas dengan menjaga portofolio pada instrumen yang berlikuiditas tinggi.

Langkah ini diambil karena pasar obligasi sedang mengalami koreksi mendalam dan dinilai lebih rentan terhadap risiko likuiditas.

Oleh karena itu, perusahaan mengedepankan fleksibilitas portofolio dan kecepatan dalam merespons dinamika pasar guna tetap memberikan imbal hasil kompetitif bagi investor.

>>> Juri: Eksekusi Eks Hotel Sultan Jalankan Amanah Lindungi Aset Negara

"Dengan asumsi kondisi pasar dan suku bunga relatif stabil, kami menargetkan return reksadana pasar uang Pinnacle di kisaran 5% – 6% per tahun (annualized), dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi pasar ke depan," ucap Guntur.