Busi merupakan komponen vital pada kendaraan bermesin bensin. Fungsinya memercikkan api untuk mendukung proses pembakaran.

Seiring pemakaian, kinerja busi bisa menurun dan mengganggu performa mesin. Oleh karena itu, deteksi dini gejala kerusakan sangat dianjurkan.

>>> Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan Mulai 1 Juni 2026

Pemilik bengkel Iwan Motor Honda, Iwan, memaparkan sejumlah tanda saat busi mulai bermasalah.

"Tanda pertama adalah mesin sulit menyala atau tidak stabil. Jika mesin sulit dihidupkan atau sering mati, busi mungkin sudah haus," ucap Iwan.

Ia menambahkan, akselerasi lemah dan mesin terasa lambat atau kurang bertenaga juga menjadi indikasi. Selain itu, pemborosan bahan bakar sering menyertai komponen pengapian yang aus.

"Jika konsumsi bahan bakar meningkat signifikan, mesin bergetar atau tidak halus, serta terdapat getaran berlebihan atau suara kasar dari mesin, itu bisa menjadi tanda busi perlu diganti.

Atau sering dibilang, mesin brebet," ujar Iwan.

>>> SDCI Ingatkan Pengemudi Tidak Sembarangan Berhenti di Pinggir Jalan

Menurut Iwan, beberapa mobil baru sudah dilengkapi sistem pemantau elektronik untuk mendeteksi gangguan pengapian. "Beberapa mobil baru akan menampilkan kode kesalahan (error code) yang terkait dengan busi.

Ini sangat membantu pemilik dalam merawat kendaraannya," katanya.

Pemeriksaan visual pada fisik busi juga bisa menjadi indikator akurat.

"Jika busi terlihat hitam, berminyak, atau elektroda sudah haus, itu adalah indikasi kuat bahwa busi perlu diganti," ucap Iwan.

>>> Suzuki XL7 Alpha Hybrid Dilengkapi Fitur Kamera Pemantau untuk Defensive Driving

Pemilik mobil diharapkan tidak mengabaikan berbagai indikasi tersebut. Segera periksa kondisi busi agar kinerja mesin tetap terjaga dan terhindar dari kerusakan yang lebih parah.