Kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax (RON 92) yang kini mencapai Rp 16.250 per liter, mendorong banyak pemilik motor modern beralih ke Pertalite (RON 90).

Banyak yang menganggap langkah ini aman karena teknologi Electronic Control Unit (ECU) dianggap bisa otomatis menyesuaikan diri saat motor menggunakan bensin dengan oktan lebih rendah.

in1

>>> Kekurangan Bahan Baku, 50 Persen Kapasitas Smelter Nikel RKEF Menganggur

Namun, anggapan tersebut ternyata keliru. Dustin, pemilik bengkel Garage +62 di Jakarta Barat, menegaskan bahwa ECU tidak bisa menyiasati penurunan oktan BBM.

"Itu mitos, tidak bisa.

ECU fungsinya hanya menyesuaikan pencampuran udara dan bahan bakar di ruang bakar, mengatur debit bensin yang disemprotkan injektor," ujar Dustin.

Ia menjelaskan bahwa urusan kompresi mesin adalah hitungan mekanis yang bersifat tetap sejak motor dirakit. Sistem komputerisasi tidak bisa mengubah rasio kompresi secara instan.

"Kalau masalah kompresi mesin, itu tidak bisa berubah. Cara merubah kompresi mesin adalah dengan merubah spesifikasi fisik mesinnya, misalnya piston diubah lebih mendem," kata Dustin.

Ketika motor dengan rasio kompresi tinggi dipaksa menggunakan BBM oktan rendah, pembakaran menjadi tidak sempurna. Motor justru berpotensi lebih boros karena performa mesin drop.

Efek jangka panjangnya fatal. Ledakan sebelum piston mencapai titik puncak menyebabkan knocking atau mesin ngelitik, bahkan piston bisa bolong.

>>> Saham IDX Value30 Jadi Pilihan Utama Investor Saat IHSG Tertekan

"Efek panjangnya piston bisa knocking. Dalam kasus ekstrem, piston bisa bolong.

Seperti skutik 160 cc dengan kompresi 12:1, ada yang harus turun mesin ganti piston," tutur Dustin.

Niat awal menghemat uang justru berujung kerugian lebih besar. Biaya turun mesin bisa mencapai jutaan rupiah.

Pemilik kendaraan disarankan memeriksa rasio kompresi mesin di buku manual sebelum memutuskan ganti BBM.

Dustin menjelaskan, Pertalite RON 90 ideal untuk motor dengan rasio kompresi 10:1 hingga 10,5:1.

Motor modern dengan kompresi 10,6:1–11,5:1 minimal membutuhkan Pertamax RON 92.

Untuk kompresi 11,6:1–12,5:1, bensin RON 95 adalah pilihan tepat.

>>> Transaksi QRIS Mei 2026 Tumbuh 95,1 Persen, Melambat dari Kuartal I

Sementara mesin sport dengan kompresi 12,6:1–13,5:1 wajib menggunakan RON 98 seperti Pertamax Turbo.