Anggapan bahwa alkohol dapat menghangatkan tubuh saat cuaca dingin sudah lama dipercaya banyak orang. Namun, para ahli justru mengungkapkan fakta sebaliknya.

Profesor Colin Drummond, kepala Departemen Penelitian Alkohol di King's College London, menjelaskan bahwa alkohol memang memberikan sensasi hangat sesaat.

in1

>>> Merawat Kesehatan Mata Jadi Investasi Masa Depan, Ini Alasannya

Hal ini terjadi karena alkohol melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit, sehingga darah mengalir lebih deras ke sana.

Namun, efek tersebut justru berbahaya.

"Jika Anda berada di luar ruangan dalam keadaan dingin setelah minum alkohol, panas tubuh akan terkonsentrasi di permukaan kulit dan cepat hilang," ujar Drummond dikutip dari Drinkaware.

co. uk.

Akibatnya, organ vital kekurangan pasokan darah dan menjadi lebih cepat dingin. Kondisi ini dapat memicu hipotermia yang berpotensi fatal.

>>> Menteri Imipas dan Ketua Komisi IV Cicip Telur hingga Panen Sidat di Nusakambangan

Mitos Anjing Saint Bernard dan Tong Alkohol

Gambar anjing Saint Bernard dengan tong kecil berisi rum di lehernya sudah melegenda. Namun, ternyata itu hanyalah mitos.

Anjing-anjing penyelamat yang dilatih oleh para biarawan di Great St. Bernard Hospice memang digunakan untuk misi pencarian korban longsor salju.

Namun, tugas mereka bukanlah memberikan minuman keras kepada pendaki yang selamat.

Legenda tong tersebut berasal dari lukisan karya seniman hewan asal Inggris, Edwin Landseer, pada tahun 1820.

Lukisan itu menampilkan dua ekor Saint Bernard di atas korban longsor, dengan satu anjing membawa tong yang digambarkan berisi brandy.

>>> Ogura Ukir Pole Perdana MotoGP Usai Pecahkan Rekor Sirkuit Brno

Sejak saat itu, mitos tersebut terus hidup dan dipercaya banyak orang. Padahal, alkohol justru mempercepat penurunan suhu tubuh dan meningkatkan risiko hipotermia.