Sebuah sumur kuno di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai Sumur Puter, menyimpan cerita mistis. Lokasinya tersembunyi di balik gang sempit di Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus.

Masyarakat setempat percaya bahwa tempat ini dapat membuat orang berjalan berputar-putar. Fenomena itu menyebabkan para pelintas kesulitan menemukan jalan keluar dari desa.

in1

>>> Portugal Imbang 1-1 Lawan Kongo di Piala Dunia 2026, Ronaldo Disorot

Pemangku Sumur Puter, Mohammad Romza, mengungkapkan bahwa banyak orang yang tersesat di sekitar lokasi. Mereka kerap kembali ke titik awal meski merasa sudah berjalan ke arah luar perkampungan.

"Jadi kadang-kadang orang yang berjalan di kampung kita (Langgardalem), utamanya di sekitar lokasi ini, memang tidak boleh kosong.

Harus punya tujuan, nanya atau bagaimana. Jadi jangan istilahnya linglung, jadi nanti akan diputar di sini.

Tidak akan keluar kalau belum ada menyentuh atau menyapa," kata Romza.

Romza mengaku pernah menyaksikan langsung peristiwa unik tersebut. Seorang pejalan kaki terlihat berputar-putar di area sumur sebelum akhirnya terduduk lemas akibat linglung.

Melihat kondisi itu, Romza segera memberikan pertolongan. "Karena dari orang sendiri tidak boleh labil," jelasnya.

Fenomena Mistis dan Tradisi Masyarakat

Pengurus Perhimpunan Punden dan Belik Kasunan Kudus pada Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Muhammad Syukron, membenarkan adanya kisah tersebut.

>>> Pentagon Akui Gunakan AI Grok xAI dalam Operasi Militer di Iran

Pihaknya kerap mendengar cerita mengenai orang yang tersesat.

Meski demikian, Syukron mengaku tidak mengetahui penyebab ilmiah dari fenomena itu. Ia berharap keberadaan situs bersejarah ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

"Harapannya (sumur puter) bisa dirawat oleh pihak dari pemerintah, dan kami bisa membantu di sana. Ini suatu yang hal tidak dipungkiri ketika merawat punden, memang ada keanehan.

Apa mbahnya pengin seperti ini saya nggak tahu," kata Syukron.

Syukron menegaskan bahwa yayasan tetap berkomitmen melestarikan peninggalan sejarah tersebut. Upaya perawatan akan terus dimaksimalkan agar kondisinya tetap terjaga.

Selain menyimpan kisah misteri, situs ini juga memegang peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Warga setempat sering menggelar tradisi syukuran di area sekitar.

"Untuk di sumur puter adatnya bancakan orang sekitar, syukuran, seperti itu," kata Syukron.

>>> Simulasi Biaya Perjalanan Jakarta-Bandung Pakai Mobil Listrik Jaecoo J5 EV

Tradisi bancakan atau kenduri biasanya dilaksanakan oleh warga yang akan menggelar hajatan besar, seperti pernikahan atau khitanan.