Pentagon Akui Gunakan AI Grok xAI dalam Operasi Militer di Iran
Pentagon secara resmi mengakui bahwa model kecerdasan buatan Grok milik xAI digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan sasaran di Iran.
Pengakuan ini terungkap dalam dokumen pengadilan federal AS yang diajukan oleh Departemen Kehakiman, terkait gugatan lingkungan terhadap xAI.
>>> Simulasi Biaya Perjalanan Jakarta-Bandung Pakai Mobil Listrik Jaecoo J5 EV
Dalam dokumen tersebut, Pentagon menyatakan bahwa Grok terintegrasi dalam sistem yang mendukung pasukan AS, membantu penempatan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target berbeda dalam 96 jam selama operasi militer di Iran.
Peran Grok dalam Operasi Militer
Pejabat Chief Digital and Artificial Intelligence Office Pentagon, Cameron Stanley, mengatakan Grok dinilai mampu mendukung aplikasi keamanan nasional AS.
Model AI ini telah lulus kualifikasi untuk misi penting di area dengan tingkat kerahasiaan tinggi.
Namun, Pentagon menegaskan bahwa Grok tidak bertindak sebagai penentu target atau pengendali senjata secara langsung.
Peran AI ini berfokus pada sistem analisis intelijen untuk mengenali titik krusial dari akumulasi data berbagai sumber.
Kendali dan keputusan akhir tetap berada di tangan analis manusia.
>>> Cara Scan Channel TVRI Digital untuk Nonton Piala Dunia 2026
Grok terhubung langsung dengan Maven Smart System, platform AI yang dikelola badan intelijen geospasial AS, yang menyajikan informasi dan mempermudah evaluasi target potensial.
Dampak terhadap Gugatan Hukum dan Elon Musk
Penggunaan AI dalam sektor pertahanan ini memicu kekhawatiran di kalangan aktivis HAM dan pakar keamanan, yang khawatir ketergantungan pada rekomendasi AI dapat menyebabkan kesalahan identifikasi sasaran yang mengancam warga sipil.
Fakta operasi militer ini terungkap lewat persidangan kasus lingkungan yang tidak berkaitan dengan perang.
Kasus berawal dari gugatan NAACP terhadap xAI dan anak perusahaannya, MZX Tech, yang dituduh mengoperasikan turbin gas tanpa izin Clean Air Act di pusat data Southaven, Mississippi.
Departemen Kehakiman AS mendesak hakim membatalkan gugatan karena fasilitas xAI dianggap strategis bagi keamanan nasional.
>>> Prodia Diagnostic Line Targetkan Dana IPO Rp62,75 Miliar
Pengakuan Pentagon ini menyoroti peran Elon Musk, pendiri xAI yang juga menakhodai SpaceX, perusahaan dengan kemitraan kuat dengan pemerintah AS.
Update Terbaru
Pre-order GTA VI Resmi Dibuka 25 Juni 2026, Ini Bocoran Harganya
Jumat / 19-06-2026, 06:17 WIB
Saham ANTM Masuk Cum Dividen 19 Juni 2026, Investor Diingatkan Waspada Dividen Trap
Jumat / 19-06-2026, 06:16 WIB
BGN Ubah Skema Insentif Dapur Makan Gratis demi Efisiensi
Jumat / 19-06-2026, 06:14 WIB
3 Hari Besar yang Diperingati Setiap 9 April: HUT TNI AU hingga Hari ASMR
Jumat / 19-06-2026, 06:13 WIB
INPP Pertahankan Target Pendapatan 2026 Meski BI Rate Naik
Jumat / 19-06-2026, 06:13 WIB
Peneliti Temukan Aturan Universal Respons Makhluk Hidup terhadap Suhu
Jumat / 19-06-2026, 06:13 WIB
Peringatan JD Vance ke Israel Dongkrak Harga Minyak Brent
Jumat / 19-06-2026, 06:13 WIB
Timnas Kanada Andalkan Jonathan David Hadapi Qatar
Jumat / 19-06-2026, 06:13 WIB
Kanada Hadapi Qatar di Piala Dunia 2026 demi Amankan Tiket Fase Gugur
Jumat / 19-06-2026, 06:12 WIB
Komentar JD Vance Dongkrak Harga Minyak Mentah Brent
Jumat / 19-06-2026, 06:12 WIB
WhatsApp Uji Animasi Baru Bubble Chat untuk Pengguna Android
Jumat / 19-06-2026, 06:12 WIB
Kanada Unggul Tiga Gol atas Qatar pada Babak Pertama
Jumat / 19-06-2026, 06:12 WIB
Superindo Meruya Bagikan Produk Gratis Selama Grand Opening
Jumat / 19-06-2026, 06:12 WIB
Harga Minyak Dunia Bergerak Fluktuatif Dipicu Sentimen Geopolitik
Jumat / 19-06-2026, 06:12 WIB






