Nicki Minaj meminta pengadilan untuk membatalkan gugatan senilai $275 ribu yang diajukan terhadapnya.

Dalam dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, ia menyatakan tidak memiliki keterkaitan pribadi dengan utang yang diklaim oleh 24/7 Productions.

>>> Wanita di Bekasi Diduga Diperkosa Ayah dan Paman, Polisi Selidiki

Menurut Nicki, kontrak yang menjadi dasar gugatan hanya melibatkan perusahaannya, Pink Friday Productions LLC. Ia menegaskan bahwa secara hukum, anggota perusahaan tidak bertanggung jawab atas utang perusahaan.

Oleh karena itu, ia meminta hakim untuk mengeluarkannya dari kasus tersebut. Ia juga meminta 24/7 Productions membayar biaya pengacara yang telah ia keluarkan.

Kronologi Gugatan

24/7 Productions menggugat Nicki dan perusahaannya setelah mengklaim telah memberikan uang muka dan layanan produksi untuk Jingle Ball 2023 serta peluncuran album "Pink Friday 2".

Mereka mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar $255 ribu dan kini menuntut total sekitar $275 ribu.

>>> Japan Open 2026: Empat Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Perusahaan tersebut menggugat Nicki secara pribadi karena meyakini ia mendapat manfaat langsung dari pekerjaan yang belum dibayar.

Namun, Nicki membantah hal ini dan menyatakan bahwa manfaat yang ia terima berasal dari perusahaannya, bukan karena ia secara pribadi mempekerjakan 24/7 Productions.

Selain kasus ini, Nicki juga menghadapi gugatan terpisah terkait tagihan hukum yang belum dibayar.

Firma hukum Gordon Rees Scully Mansukhani LLP menggugatnya di Los Angeles pekan ini karena diduga belum membayar jasa hukum yang diberikan pada 2023.

>>> Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Unifikasi Tiga Gelar

Firma tersebut menuntut pembayaran sebesar $229,54.