Miyamoto Akui Zelda 3D Kurang Seru, Fokus pada 'Emotional Immediacy'
Shigeru Miyamoto, kreator legendaris Nintendo, pernah mengkritik salah satu elemen paling ikonik dari seri The Legend of Zelda: dungeon.
Dalam wawancara tahun 1999 yang dimuat di buku panduan strategi Jepang dan diarsipkan oleh Shmuplations, Miyamoto mengungkapkan bahwa desain dungeon tradisional perlu diubah untuk game 3D.
>>> Eks Wali Kota Sandra Cuevas Viral dengan Gaya Seksi Saat Piala Dunia 2026
Menurut Miyamoto, struktur labirin yang menghubungkan koridor dan pemetaan rute mulai kehilangan daya tarik saat transisi dari 2D ke 3D.
Ia secara blak-blakan mengatakan, "It's not really that much fun."
Alih-alih fokus pada navigasi rumit, Miyamoto menekankan pentingnya ketegangan, eksplorasi, dan keterlibatan emosional—yang ia sebut sebagai "emotional immediacy."
Redefinisi Dungeon di Era 3D
Pernyataan Miyamoto bukan berarti menolak dungeon sepenuhnya, melainkan mendefinisikan ulang tujuannya. Tim pengembang Ocarina of Time kesulitan menerjemahkan desain dungeon klasik ke ruang 3D yang imersif.
Miyamoto berargumen bahwa pengembang harus fokus pada perasaan pemain saat bermain—tekanan, penemuan, dan ketidakpastian.
Pendekatan ini menjadi prinsip desain utama di Ocarina of Time, di mana dungeon direstrukturisasi untuk menekankan alur teka-teki dan penceritaan atmosferik, bukan sekadar kompleksitas navigasi.
Ia juga menyoroti bahwa game Zelda awal hampir sepenuhnya berfokus pada dungeon, tetapi filosofi itu berevolusi seiring perkembangan seri.
Dengan Ocarina of Time, Nintendo sengaja mengurangi penekanan pada struktur labirin yang rumit demi pacing, transisi sinematik, dan penceritaan lingkungan.
Salah satu konsep terpenting yang diperkenalkan Miyamoto adalah "emotional immediacy."
>>> AS Kembali Gencarkan Serangan Udara di Somalia Setelah Sebulan Jeda
Alih-alih memaksa pemain memetakan tata letak dungeon secara mental, ia ingin mereka merasa hadir di dunia setiap saat.
Update Terbaru
Pendiri CAA Michael Ovitz Tinggalkan Deposisi saat Ditanya soal Jeffrey Epstein
Rabu / 24-06-2026, 00:19 WIB
Kamera Pengawas AI Dipasang di Lincoln Memorial Reflecting Pool
Rabu / 24-06-2026, 00:18 WIB
Remaja Jatuh 15 Meter dari Wahana Tiana's Bayou Adventure di Disneyland
Rabu / 24-06-2026, 00:18 WIB
Mantan Pacar Geno Smith Menelepon 911, Tuduh QB Pukuli Dia
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
Prediksi Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Siapa Unggul?
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
7 Ciri-ciri Orang dengan Kecerdasan Interpersonal Tinggi
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
Susunan Pemain Portugal vs Uzbekistan: Ronaldo Kembali Starter
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
Link Live Streaming Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
Banpresto Luncurkan Figur Vegeta Baru dalam Seri Dragon Ball SPIRITFLICKS 02
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
Tradisi Ilustrasi Bulanan The Apothecary Diaries Berakhir dengan Visual Bunga Semanggi Putih
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
One Piece Heroines Tayang 5 Juli, Trailer Baru Ungkap Lagu Tema oleh AiNA THE END
Rabu / 24-06-2026, 00:14 WIB
Pendapatan dan Laba Naik, Inalum Perkuat Hilirisasi
Selasa / 23-06-2026, 23:53 WIB
Kemenperin Dorong Partisipasi Aktif Industri dalam Sensus Ekonomi 2026
Selasa / 23-06-2026, 23:49 WIB






