Nintendo secara resmi mengumumkan bahwa The Legend of Zelda: Ocarina of Time akan mendapatkan remake yang dijadwalkan rilis pada tahun 2026 untuk konsol Switch 2.

Pengumuman ini muncul setelah perilisan Hyrule Warriors: Age of Imprisonment, yang merupakan prekuel dari The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom.

>>> Sena Kembalikan Fasilitas Kusuma Food Usai Identitas Aslinya Terbongkar

Ocarina of Time pertama kali dirilis untuk Nintendo 64 di Jepang pada November 1998, kemudian menyusul peluncuran internasional.

Game ini dianggap sebagai salah satu judul paling berpengaruh dalam sejarah video game.

Dikembangkan oleh Nintendo EAD dan disutradarai oleh Eiji Aonuma serta Yoshiaki Koizumi di bawah produser Shigeru Miyamoto, game ini memperkenalkan mekanisme seperti lock-on targeting, aksi kontekstual, dan penceritaan sinematik dalam lingkungan 3D.

Cerita mengikuti Link yang bepergian antara masa kanak-kanak dan dewasa untuk menghentikan Ganondorf mendapatkan Triforce dan menjerumuskan Hyrule ke dalam kegelapan.

>>> Novan Temukan Transaksi Janggal Davina untuk Fasilitas Sena

Setelah dirilis, Ocarina of Time mendapat pujian kritis luas atas desain dunia, sistem permainan, musik, dan pencapaian teknisnya.

Game ini kerap masuk dalam daftar game terbaik sepanjang masa.

Hingga kini, Ocarina of Time telah terjual lebih dari 14 juta kopi, termasuk versi asli Nintendo 64 dan remake untuk Nintendo 3DS yang dirilis pada 2011.

>>> Sena Kembalikan Fasilitas Davina Usai Identitasnya Terbongkar

Pengaruh game ini masih terasa dalam franchise Zelda, dengan The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom yang merupakan sekuel langsung dan dirilis pada 2023.