Toyota Pangkas Varian Kendaraan Global Demi Tekan Biaya Operasional
Toyota, raksasa otomotif Jepang, mulai membatasi portofolio kendaraan global yang dinilai terlalu luas. Langkah ini diambil untuk menekan pembengkakan biaya operasional perusahaan.
Kepemimpinan baru di bawah CEO Toyota berfokus pada efisiensi dan daya saing. Jajaran produk yang berkembang pesat selama bertahun-tahun dinilai memicu kebingungan konsumen dan internal.
>>> Hacker Bocorkan Pertemuan Rahasia Dialog yang Dihadiri Bos Teknologi
Berdasarkan laporan Carscoops, model 4Runner memiliki setidaknya 12 versi berbeda, sementara Grand Highlander menawarkan 10 varian.
Petinggi perusahaan, Kenta Kon, menyebut banyaknya spesifikasi dan varian otomatis meningkatkan biaya produksi secara signifikan.
Kenta Kon menyarankan manajemen meninjau lebih cermat setiap model atau fitur. Evaluasi ketat diprioritaskan pada aspek yang tidak memberikan kontribusi nyata bagi keuntungan finansial Toyota.
Strategi efisiensi ini sudah berjalan sejak perombakan strategi pada pertengahan tahun lalu.
Salah satu dampaknya adalah pembatalan rencana produksi massal sedan listrik Lexus LF-ZC yang semula dijadwalkan meluncur pada 2027.
Keputusan pembatalan tersebut diambil setelah manajemen mempertimbangkan perkiraan permintaan pasar. Potensi pasar dinilai terlalu rendah untuk menutupi biaya pengembangan model yang masif.
Evaluasi Model Ikonik dan Pengurangan Varian
Beberapa model ikonik juga masuk dalam radar evaluasi ketat manajemen. Toyota Mirai yang mengusung teknologi hidrogen kini dipandang sebagai proyek pamer teknologi tanpa hasil penjualan memuaskan.
>>> Nothing Pamer Sketsa Phone (4b) dengan Kamera Tunggal di Tengah Krisis Memori
Pada tahun lalu, Toyota Mirai hanya terjual sekitar 210 unit di pasar Amerika Serikat.
Angka tersebut tertinggal jauh dari Toyota GR86 yang mampu mencatatkan penjualan ratusan unit dalam sebulan.
Model Toyota Crown yang memadukan karakteristik crossover dan sedan juga mengalami penurunan minat. Penjualan kendaraan ini anjlok lebih dari 37 persen pada periode tahun lalu.
Update Terbaru
Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid dan Rumah Tahfiz Digerebek, Ternyata Milik Pengacara
Senin / 22-06-2026, 18:27 WIB
Tracy Shaw Bagikan Kabar Perjuangan Lawan Kanker: 'Aku Masih Berdiri'
Senin / 22-06-2026, 18:27 WIB
Tiga Tim Sudah Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Siapa Saja?
Senin / 22-06-2026, 18:27 WIB
TECNO CAMON 50 Pro 5G vs CAMON 50, Mana yang Lebih Tepat untuk Kebutuhan Harian?
Senin / 22-06-2026, 18:25 WIB
Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi
Senin / 22-06-2026, 18:22 WIB
Pub di Boston Kewalahan Layani Fans Skotlandia, Siapkan Lemari Bir Tambahan Sambut Pendukung Inggris
Senin / 22-06-2026, 18:22 WIB
Panduan Makan Seimbang untuk Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Kenikmatan
Senin / 22-06-2026, 18:22 WIB
Renault Beri Megane EV Wajah Lebih Garang dan Akselerasi Lebih Lambat
Senin / 22-06-2026, 18:22 WIB
Siapa Victoria Starmer? Istri PM Inggris yang Muncul di Pidato Pengunduran Diri
Senin / 22-06-2026, 18:21 WIB
Hak Pekerja Saat Gelombang Panas: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Senin / 22-06-2026, 18:21 WIB
Jadwal Sinetron Berubah Akibat Piala Dunia, Emmerdale dan Coronation Street Terdampak
Senin / 22-06-2026, 18:21 WIB
5 Profil Pemain See You at Work Tomorrow, Drama Korea Baru yang Dibintangi Seo In Guk dan Park Ji Hyun
Senin / 22-06-2026, 18:21 WIB
Kondisi Bocah 3 Tahun yang Dilempar ke Kolam Buaya Membaik
Senin / 22-06-2026, 18:21 WIB
Bank Indonesia Targetkan 200 Pesantren Miliki Usaha Air Minum Kemasan
Senin / 22-06-2026, 18:21 WIB






