Korem 072/Pamungkas Buka Suara soal Video Viral Danrem di Jogja Marathon
Korem 072/Pamungkas Buka Suara soal Video Viral Danrem di Jogja Marathon
Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen Yuniar Dwi Hantono, dengan petugas lintasan (marshal) dalam ajang lari maraton di kawasan Candi Prambanan, Sleman, DIY, ramai beredar di media sosial.
Peristiwa itu terjadi saat kegiatan maraton yang berlangsung pada Minggu (21/6). Dalam rekaman yang beredar, situasi memanas setelah seorang ajudan Danrem ditegur dan ditertibkan oleh marshal karena memasuki lintasan tanpa nomor dada resmi atau BIB.
Ketegangan meningkat ketika ajudan tersebut ditarik oleh petugas lintasan, hingga Danrem terlihat bereaksi di lokasi kejadian.
Pihak Korem 072/Pamungkas kemudian memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, menyebut peristiwa itu terjadi karena adanya kesalahpahaman di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa Danrem bersama keluarga, termasuk istri, anak, dan satu ajudan, mengikuti kegiatan maraton sebagai peserta resmi. Seluruhnya disebut menggunakan empat tiket umum yang telah terdaftar dalam penyelenggaraan acara.
Menurut penjelasan Korem, ajudan yang mendampingi sejak awal juga memiliki nomor peserta. Namun dalam pelaksanaan di lintasan yang cukup padat, nomor BIB tersebut diduga terlepas sehingga menimbulkan kebingungan saat pemeriksaan oleh petugas marshal.
>>> 9 Aktris Brilian yang Sulit Dapat Peran karena Penampilan
Pihak Korem menegaskan bahwa situasi di lapangan kemudian langsung dikomunikasikan antara panitia penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas. Dari komunikasi tersebut, seluruh pihak disebut telah saling memberikan klarifikasi.
Insiden itu pun dinyatakan selesai dengan pemahaman bersama bahwa kejadian tersebut murni persoalan teknis di lapangan, tanpa adanya unsur lain di balik peristiwa yang terekam video tersebut.
Korem 072/Pamungkas juga mengapresiasi kerja petugas dan panitia yang tetap menjalankan tugas sesuai prosedur demi menjaga ketertiban acara. Pihaknya menekankan pentingnya melihat peristiwa tersebut secara proporsional agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas di ruang publik.
Menurut Korem, hubungan dengan pihak penyelenggara tetap berjalan baik setelah insiden tersebut diselesaikan melalui klarifikasi langsung di lapangan.
Update Terbaru
Samsung Terapkan ChatGPT untuk Coding dan Otomatisasi di Seluruh Perusahaan
Senin / 22-06-2026, 17:02 WIB
Membaca Sinyal Pergerakan Harga Pasar Keuangan Sebelum Lonjakan Besar
Senin / 22-06-2026, 17:02 WIB
Alexis Mac Allister Puji Kerendahan Hati Lionel Messi
Senin / 22-06-2026, 17:02 WIB
Menkes Usul Pasien TB Masuk Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Senin / 22-06-2026, 17:01 WIB
Times Square Dipenuhi Ribuan Orang untuk Yoga Massal
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Asus Luncurkan Chromebook AI di India, Harga Mulai Rp 26.990
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Komisi XI DPR Setujui Realisasi PMN Empat BUMN untuk Optimalkan Layanan
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Aston Villa Jadwalkan Laga Pramusim Lawan Indonesia All Stars di GBK
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Netflix Konfirmasi Produksi The Trauma Code: Heroes on Call Musim 2 dan 3
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang di Arab Saudi
Senin / 22-06-2026, 17:00 WIB
Ai+ Luncurkan Nova 2 Neo dan Nova 2 Pro 5G di India, Harga Mulai Rp 2,5 Jutaan
Senin / 22-06-2026, 16:57 WIB
Toyota Pangkas Varian Kendaraan Global Demi Tekan Biaya Operasional
Senin / 22-06-2026, 16:57 WIB
Hacker Bocorkan Pertemuan Rahasia Dialog yang Dihadiri Bos Teknologi
Senin / 22-06-2026, 16:57 WIB
Nothing Pamer Sketsa Phone (4b) dengan Kamera Tunggal di Tengah Krisis Memori
Senin / 22-06-2026, 16:57 WIB






