Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak pada perdagangan Senin (22/6/2026) pagi. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga kontrak minyak WTI pengiriman Agustus 2026 berada di level US$ 77,55 per barel.

in1

>>> SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat Layanan Beton MiniMix

Angka itu naik 2,24 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yang sebesar US$ 75,85 per barel.

Kenaikan harga komoditas ini dipicu oleh ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump menyatakan akan menyerang Iran apabila kelompok Hizbullah terus melakukan serangan terhadap Israel.

Situasi tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar global. Pelaku pasar khawatir terhadap kelanjutan proses perundingan perdamaian antara Washington dan Teheran.

Negosiasi di Swiss Sempat Terhambat

Jalannya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss sempat terhambat pada Minggu (21/6/2026). Media lokal Iran melaporkan pihak mereka menghentikan pembicaraan menyusul ancaman dari Trump.

>>> HoYoverse Bagikan Tiga Kode Redeem Honkai Star Rail Edisi Livestream 4.3

Kendati demikian, beberapa pihak yang mengetahui persoalan tersebut mengonfirmasi bahwa proses negosiasi kini telah dilanjutkan kembali.

Pertemuan tingkat tinggi di Swiss itu merupakan bagian awal dari periode negosiasi deeskalasi selama 60 hari.

Proses negosiasi telah dimulai sejak Trump menandatangani nota kesepahaman pada pekan lalu. Di sisi lain, arus pengiriman komoditas energi terpantau tetap aman.

>>> Alireza Beiranvand Redam Agresivitas Belgia di Piala Dunia 2026

Jutaan barel minyak dilaporkan masih terus mengalir melalui Selat Hormuz sepanjang akhir pekan. Hal ini terjadi meskipun pihak Iran sempat mengklaim telah menutup kembali jalur perairan strategis tersebut.