Angkatan Udara Amerika Serikat secara permanen memindahkan tiga drone pengintai RQ-4 Global Hawk ke Pangkalan Udara Yokota di Jepang.

Pemindahan ini dilakukan setelah lebih dari satu dekade drone tersebut ditempatkan di Guam.

in1

>>> VA Hentikan Program Berbasis Identitas Gender, Koordinator Perawatan LGBTQ+ Dialihkan

Skuadron Pengintai ke-4, Grup Operasi ke-319 mulai memindahkan RQ-4 ke Jepang pada akhir Mei.

Drone pertama tiba di pangkalan yang berada di kawasan Tokyo pada 27 Mei, meskipun pengumuman resmi baru dirilis pekan ini oleh Sayap Angkut ke-374.

Sebelumnya, skuadron tersebut telah melakukan kunjungan musiman ke Yokota. Kini, mereka akan menetap secara permanen setelah 16 tahun beroperasi dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam.

Selain drone, sekitar 150 personel Angkatan Udara juga dipindahkan ke Jepang, menurut kementerian pertahanan Jepang.

Letnan Kolonel Adam Otten, komandan Skuadron Pengintai ke-4, mengatakan bahwa Yokota adalah lokasi yang tepat untuk mendukung operasi RQ-4 saat ini dan di masa depan, serta menjaga kualitas hidup personel dan keluarga mereka.

Pangkalan Yokota merupakan markas besar Angkatan Udara Kelima dan juga menjadi basis Sayap Angkut ke-374 yang mengoperasikan pesawat C-130J Hercules dan C-12J Huron.

Drone Global Hawk dan Perannya

RQ-4 Global Hawk adalah drone berukuran besar dengan berat hampir 15.000 pon dan lebar sayap 130,9 kaki.

Drone ini dilengkapi berbagai kamera dan sensor yang mampu mencakup area luas, sehingga menjadi bagian penting dalam operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian Angkatan Udara.

Menurut Angkatan Udara, misi unit ini adalah mendukung operasi di seluruh kawasan, termasuk operasi masa damai, kontingensi, dan krisis.

>>> Angkatan Darat AS Bentuk Komando Baru untuk Ciptakan 'Pasukan Penutup' di Pasifik