Drone dan operatornya pernah berperan dalam respons terhadap gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Richter di Jepang pada 2011.

Angkatan Udara juga menyebut kondisi cuaca sebagai alasan pemindahan. Cuaca Jepang yang lebih baik selama musim topan membantu operasi skuadron.

in1

Guam sering dilanda topan dahsyat saat musim panas, dan Topan Sinlaku baru-baru ini menyebabkan kerusakan signifikan di pulau tersebut.

Pemindahan ini merupakan langkah langka pengurangan aset dari Guam, karena militer AS selama ini terus menambah sumber daya di pulau itu, termasuk pertahanan rudal serta depot bahan bakar dan senjata.

Global Hawk dirancang untuk terbang lebih dari 30 jam di ketinggian sekitar 60.000 kaki, menjalankan peran serupa dengan pesawat mata-mata U-2 Dragon Lady.

Drone ini telah beberapa kali dikerahkan sementara ke Jepang sebelumnya.

Pemindahan ini merupakan yang terbaru dari rangkaian pergeseran drone dan unit pengintai ke Asia Timur.

Tahun lalu, Angkatan Udara secara permanen menempatkan drone MQ-9 Reaper di Korea Selatan untuk misi pengintaian, sementara Korps Marinir mengerahkan MQ-9A ke Filipina untuk memantau Laut China Selatan.

>>> Harga Emas Antam 22 Juni 2026 Stagnan di Level Rp 2.668.000 Per Gram

Angkatan Udara menyatakan bahwa langkah ini memastikan pengintaian berkelanjutan di kawasan yang tantangannya terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka terus meningkat.