Angkatan Udara Amerika Serikat telah mengidentifikasi delapan awak B-52 Stratofortress yang tewas dalam kecelakaan di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, pada Senin lalu.

Pesawat pengebom itu jatuh tak lama setelah lepas landas dalam misi latihan rutin. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.20 waktu Pasifik pada 15 Juni.

in1

>>> RUU Baru Sederhanakan Status Tugas Cadangan dan Garda Nasional

Korban terdiri dari lima penerbang aktif Angkatan Udara dan tiga warga sipil.

Mereka adalah Kolonel Greg Watson (53), perwira sistem senjata dan karyawan Boeing; Letnan Kolonel Gabriel Estrella (40), perwira sistem senjata; Mayor Alexander Davis (34), perwira sistem senjata; Mayor Robert Dee (40), pilot; Mayor Brad Hovey (35), pilot; Letnan Kolonel Purnawirawan Miles Middleton (50), pilot dan karyawan Boeing; Jeromy Smith (32), insinyur uji terbang; serta Christopher Rischar (41), insinyur uji terbang dan kontraktor JT4.

Komandan Sayap Uji 412, Kolonel Thomas Tauer, menyampaikan duka mendalam. "Para penerbang ini lebih dari sekadar rekan kerja.

Mereka adalah teman, mentor, rekan setim, dan anggota berharga dari keluarga Edwards dan Angkatan Udara," ujarnya dalam pernyataan.

>>> Veteran Marinir Vietnam Akhirnya Terima Medal of Honor Setelah 58 Tahun

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Lapangan udara ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Tim penyelamat merespons cepat, namun beberapa jam kemudian dinyatakan bahwa kecelakaan itu tidak dapat diselamatkan.

Kecelakaan ini merupakan yang paling mematikan melibatkan B-52 sejak insiden tahun 1982 yang menewaskan sembilan orang.

>>> Tiga Prajurit AS Terima Medal of Honor atas Keberanian di Vietnam dan Afghanistan

Sebelumnya, dalam sebulan terakhir terjadi tabrakan udara antara dua EA-18G Growler pada Mei dan kecelakaan F/A-18 Hornet Korps Marinir di dekat Gunung Rainier, Washington, pada 13 Juni.