Sedikitnya 47 orang tewas dan 97 lainnya luka-luka akibat serangan udara intensif Israel di berbagai wilayah Lebanon pada Jumat (19/6).

Data tersebut dirilis oleh Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon.

in1

>>> Melatih Rasa Syukur untuk Menghentikan Kebiasaan Membandingkan Diri

Serangan menghantam beberapa wilayah di Lebanon selatan dan timur, termasuk distrik Nabatieh, Tyre, Bint Jbeil, Jezzine, dan Baalbek.

Di antara korban tewas terdapat korban serangan udara di sebuah pertanian di Jamaliyeh, Distrik Baalbek.

Korban lainnya dilaporkan akibat serangan drone di Rihan, Distrik Jezzine, dan di sepanjang jalan raya Deir al-Zahrani-Nabatieh.

Serangan ini terjadi meskipun baru-baru ini ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran.

>>> Brasil Hajar Haiti 3-0 di Babak Pertama, Matheus Cunha Borong Dua Gol

MoU tersebut menetapkan penghentian operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengecam keras serangan Israel yang terus berlanjut.

Baghaei menekankan bahwa penghentian perang di Lebanon secara eksplisit dianggap sebagai bagian integral dari MoU AS-Iran.

Ia menambahkan bahwa AS bertanggung jawab langsung atas situasi yang terjadi saat ini di Lebanon.

Iran akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan, keamanan, dan hak-haknya, serta kepentingan sekutunya.

>>> Rusia Cabut Imbauan Perjalanan ke Negara Teluk Usai Kesepakatan AS-Iran

Sementara itu, Channel 12 Israel melaporkan bahwa Israel dan Hizbullah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.